Lagi, Desakan agar Kurikulum Baru Ditunda

Kompas.com - 25/03/2013, 17:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) diminta mendesak pemerintah untuk menunda penerapan Kurikulum 2013. Ini menjadi salah satu dari empat tuntutan yang diajukan Koalisi Tolak Kurikulum 2013 dan Indonesia Corruption Watch (ICW) ke DPR terkait perubahan kurikulum yang akan diterapkan pada pertengahan Juli mendatang.

Peneliti ICW, Siti Juliantari Rachman, mengatakan bahwa perubahan kurikulum yang dilakukan pemerintah ini dinilai kurang persiapan yang baik. Hal ini terbukti dengan berubah-ubahnya anggaran dan dokumen kurikulum yang dipaparkan ke publik dalam jangka waktu yang singkat.

"Target pelatihan guru juga kami nilai terlalu ambisius. Untuk itu kami minta pada DPR RI agar mempertimbangkan tuntutan kami," kata Tari di Ruang Rapat Komisi X DPR RI, Jakarta, Senin (25/3/2013).

Pertama, Koalisi meminta DPR mendesak pemerintah untuk menunda implementasi Kurikulum 2013 sampai ada evaluasi komprehensif atas Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tahun 2006.

Tuntutan kedua dari koalisi adalah meminta agar para anggota DPR RI ini menolak pengajuan anggaran tambahan dari pemerintah yang melonjak drastis menjadi 2,49 triliun rupiah. Tuntutan ketiga adalah menginginkan agar pemerintah melakukan uji publik Kurikulum 2013 ulang.

"Kami ingin uji publik dilakukan lagi secara sungguh-sungguh dengan melibatkan semua pemangku kepentingan pendidikan, terutama yang kontra dengan perubahan kurikulum," tegas Tari.

Sementara tuntutan terakhir adalah meminta adanya mekanisme perubahan kurikulum yang sistematis dan jelas, serta harus diatur dalam peraturan perundangan dengan tidak melanggar peraturan perundangan yang levelnya lebih tinggi.

"Ini tuntutan yang kami ajukan karena efek yang ditimbulkan dari perubahan kurikulum yang tidak dipersiapkan dengan baik adalah merosotnya kualitas pendidikan," tandasnya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau