Galaxy S4 Bikin HTC Lebih "Galak" dan Boros

Kompas.com - 27/03/2013, 11:14 WIB

Ilustrasi

KOMPAS.com - Perusahaan HTC asal Taiwan memang harus mengundur jadwal pengiriman ponsel pintar Android andalannya, HTC One. Namun, hal ini akan ditebus dengan aksi pemasaran yang lebih agresif agar produk HTC One sukses di pasar global.

Kepala Pemasaran HTC Benjamin Ho mengatakan, akan mempensiunkan slogan "Quietly Briliant" yang selama ini diusung dalam iklan produk. Ia menjanjikan aksi pemasaran HTC akan lebih berani.

"Kami memiliki banyak inovasi, tapi kami belum cukup keras," katanya seperti dikutip dari The Wall Street Journal, Senin (25/3/2013).

Di industri ponsel pintar, HTC One mendapat pesaing kuat dari Samsung melalui produk Galaxy S4. Ketika produk andalan Samsung itu diluncurkan, HTC mengomentari dengan nada sinis.

Serang Samsung

Seorang petinggi HTC untuk kawasan Amerika Utara, Mike Woodward, sempat mencibir Galaxy S4 yang dinilai mengalami stagnasi desain. Karena, desain Galaxy S4 sangat mirip dengan Galaxy S III, terkesan hanya berbeda dari sisi ukuran.

HTC juga melakukan kampanye yang cenderung menyudutkan Galaxy S4 di jejaring sosial Twitter. Jika Samsung memasang tanda pagar #TheNextGalaxy di Twitter saat peluncuran Galaxy S4, maka HTC mengejek dengan memasang tanda pagar #TheNextBigFlop.

Padahal, HTC sebelumnya cenderung menghindar dari perbandingan langsung kepada kompetitor, dan fokus pada pengembangan fitur dan produk sendiri. Jelas terlihat, serangan kepada kompetitor ini adalah bagian dari aksi pemasaran.

Tingkatkan anggaran pemasaran

Benjamin Ho juga meningkatkan anggaran pemasaran digital untuk 2013, naik 250 persen dibandingkan tahun 2012. Ia juga meningkatkan anggaran pemasaran di media tradisional sebesar 100 persen dibandingkan tahun 2012.

Ho yang berasal dari Singapura, merupakan kepala pemasaran HTC yang ketiga dalam waktu kurang dari dua tahun. Ia memang ahli dalam bidang pemasaran. Sebelumnya Ho bekerja di perusahaan operator seluler Taiwan, FarEasTone Telecommunications, dan Motorola Asia Pasifik.

Dalam jumpa pers pertamanya kepada jurnalis, Ho tak segan mengungkapkan kendala utama keterlambatan penjualan HTC One, yakni kurangnya pasokan komponen kamera.

"Teman-teman media bertanya mengapa terjadi keterlambatan pengiriman HTC One. Memang ada kekurangan komponen, karena kamera ponsel ini dirancang khusus untuk Anda, dan perakitan tidak bisa digenjot untuk mengejar produksi begitu cepat," jelasnya dengan lincah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau