Kebakaran Cipayung Diduga Dipicu Masalah Asmara

Kompas.com - 27/03/2013, 22:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kebakaran yang terjadi di sebuah ruangan milik PT Indah Kargo Logistik, Jalan H Karim RT 04 RW 05, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (27/3/2013) malam, diduga bukan lantaran ketidaksengajaan.

Aparat kepolisian mencium adanya tindak pidana di balik insiden kebakaran yang memakan tiga korban itu.

"Berdasarkan keterangan saksi-saksi yang ada di lapangan menyebutkan, diperkirakan ada hubungan asmara yang terjadi di balik kebakaran itu," ujar Kepala Kepolisian Sektor Cipayung Komisaris Polisi Ua Triyanto kepada Kompas.com, Rabu malam.

Ua melanjutkan, terdapat tiga korban dalam insiden itu. Dua korban luka bakar yaitu Santi Diosaka Gumelar (26) dan Nuroh (25), sedangkan korban tewas adalah Mochamad Zikra (30).

Ketiga korban tersebut tercatat sebagai karyawan perusahaan pengantar barang PT Indah Kargo Logistik, lokasi terjadinya kebakaran.

Salah seorang saksi, Nadia (32), yang juga adalah karyawan perusahaan itu, menuturkan, kebakaran tersebut diketahui akibat teriakan dua orang korban luka, yakni Santi dan Nuroh, dari sebuah ruangan.

Setelah ia menengok ke ruangan tersebut, saksi mendapati tubuh Zikra telah dijilat kobaran api.

"Saksi mencoba menolong dengan menarik tangan korban Santi, tapi Santi ditarik lagi oleh Zikra yang badannya sudah terbakar," papar Ua.

Beruntung, Santi dan Nuroh berhasil melepaskan diri dari dekapan Zikra. Kedua perempuan yang tubuhnya terbakar itu kemudian berlari keluar ruangan untuk memadamkan api di tubuhnya.

Dengan dibantu rekan kerja lainnya, api yang menjilat tubuh kedua perempuan itu berhasil dipadamkan. Sementara api masih berkobar di sekujur tubuh Zikra.

Kini, korban luka dan tewas telah dikirim ke Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Rebo, Jakarta Timur. Perwakilan keluarga dan rekan kerja tampak memadati ruang jenazah rumah sakit.

"Kami melakukan cek TKP, kami juga menyita empat botol air mineral berisi bensin, dan memeriksa saksi-saksi. Kami sedang melakukan penyelidikan lebih dalam," lanjut Ua. (C18-11)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau