Roti Cane dan Kari Kambing, Pasangan Sejati Nan Lezat

Kompas.com - 02/04/2013, 08:41 WIB

KOMPAS.com - Ah, roti cane dan kari kambing ibarat pasangan sejati yang saling melengkapi dengan sempurna. Kuliner yang satu ini terkadang identik dengan perayaan, dihidangkan saat acara-acara tertentu.

Roti cane sendiri merupakan kuliner asal India. Namun, keahlian orang India yang mengarungi dunia, membawa pengaruh kuliner pada belahan bumi lain. Ya, roti cane berkembang di nusantara terutama di daratan Pulau Sumatera, kawasan Malaysia, bahkan China.

Di Indonesia, roti cane dan kari kambing sering kali disebut-sebut sebagai makanan khas Aceh. Bumbu berempah begitu melekat dengan aneka kuliner Aceh.

Kesempatan untuk menikmati roti cane dan kari kambing di Tanah Rencong yang membesarkan kuliner ini pun tak akan disia-siakan. Saat menginjakkan kaki di Lhokseumawe, saya pun mampir di rumah makan Bangladesh.

Sejak lama, rumah makan ini terkenal menyajikan roti cane dan kari kambing yang konon lezatnya bikin merem-melek. Jika menyebut wisata kuliner di kota Lhokseumawe, pastilah penduduk setempat akan merekomendasikan Bangladesh.

Rumah makan ini tergolong selalu ramai, apalagi di jam makan siang. Selain roti cane dan kari kambing, Bangladesh juga menjual menu lainnya seperti nasi goreng dan mi goreng.

Sebenarnya, menu andalan Bangladesh adalah nasi goreng. Namun, jika mencari roti cane dan kari kambing yang enak, penduduk setempat pasti menyarankan Bangladesh. Roti cane dan kari kambing pun menjadi menu yang dicari-cari. Bagi penduduk Lhokseumawe, menu ini dicari di hari Jumat.

"Kami punya kebiasaan makan kambing sehabis shalat Jumat. Hari Jumat biasa ramai, makan kari kambing dan roti cane," ungkap Ridho, warga Lhokseumawe.

Roti cane yang dihidangkan di Bangladesh begitu lembut saat digigit. Ada rasa gurih mentega melekat di lidah dan selintasan rasa manis. Rasa manis ini dari pengunaan gula pasir dalam adonan.

Aroma roti cane yang disuguhkan panas-panas saja sudah begitu menggoda. Seperti roti yang baru keluar dari panggangan. Tanpa kari, roti cane Bangladesh sudah patut diberi acungan jempol. Penuh rasa, tak sekadar aroma tepung.

Nah, setelah dipadukan dengan kari kambing, rasa roti cane pun semakin "berani". Kesederhanaan roti cane menjadi kaya oleh rempah-rempah yang kuat dari kari kambing.

Beberapa orang menyebut bahwa resep roti cane dan kari kambing khas Aceh yang sesungguhnya hadir nyata di Bangladesh. Konon, resep tersebut telah diwariskan turun temurun dengan rasa sama yang selalu terjaga.

Kari yang kuat dengan aneka rempah mulai dari jinten, kapulaga, bunga lawang, merica, sampai sedikit kayu manis yang memberikan aroma harum membangkitkan selera makan. Teksturnya yang kental dengan cita rasa pedas mengigit dari paduan cabai dan merica.

Rasa pedas ini kemudian menjadi halus karena roti cane yang gurih. Benar-benar kolaborasi yang sempurna. Daging kambingnya pun tergolong tak pelit, penuh daging dan empuk sehingga mudah digigit.

Dijamin, setelah piring tandas, rasa kuah kari dan daging kambing serta roti cane terus melekat di lidah. Semuanya memberi kesan yang mendalam. Tutup dengan minum jus timun yang dingin. Jangan lupa saat menyantap menu ini, sambil diberi acar bawang merah yang menjadi kegemaran orang Aceh.

Tertarik mencoba? Jika Anda kebetulan bertandang ke Lhokseumawe, jangan lupa mampir ke Bangladesh yang berada di Jalan Perdagangan, letaknya dekat dengan Terminal Lama Lhokseumawe.

Ikuti twitter Kompas Travel di @KompasTravel

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau