Pemerintah Masih Berhitung Soal Pengendalian BBM Bersubsidi

Kompas.com - 02/04/2013, 14:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik menyatakan, pemerintah masih berhitung soal pengendalian bahan bakar minyak bersubsidi. Rakyat diminta bersabar hingga keputusan diambil sekitar dua pekan ke depan.

"Ada beberapa opsi. Tunggu saja, sabar. Yang jelas semua sepakat subsidi BBM yang lebih dari Rp 300 triliun itu terlalu tinggi. Semua sepakat, (subsidi) itu harus diturunkan. Masalahnya bagaimana menurunkannya, itu yang masih soal," kata Jero, Selasa (2/4/2013), di Kantor Presiden di Jakarta.

Jero enggan menjelaskan opsi dan mekanismenya seperti apa karena ia khawatir informasinya akan dibiaskan oleh media. Apalagi persoalan BBM ini sensitif bagi rakyat.  "Jangankan BBM, listrik saja dibiaskan oleh media, salah menjelaskan," katanya.

Untuk memutuskan pengendalian BBM bersubsidi ini, menurutnya, pemerintah harus berhati-hati. Walaupun nantinya ada perubahan, diharapkan perubahan itu cukup terkelola dan rakyat golongan menengah ke bawah ini tidak terlalu terdampak. "Masyarakat tenang saja, kami pasti memikirkan efek sosialnya, kepada rakyat miskin bagaimana, tidak bisa buru-buru," katanya.

Tahun ini, pemerintah dan DPR menyepakati kuota BBM bersubsidi sebesar 46 juta kiloliter. Jero mengakui, mempertahankan target maksimal sebesar 46 juta kiloliter itu cukup berat. "Ini akan agak berat mempertahankan karena orang Indonesia begitu makmur sedikit diajak menghemat susah betul," katanya.

Jero belum mengecek konsumsi BBM bersubsidi hingga bulan Maret. Namun demikian, jika dilihat dari konsumsi per bulannya sudah melampaui dari yang ditargetkan. Hal ini dipicu pertambahan pembelian mobil dan sepeda motor saat ekonomi membaik.

"Ini nikmat membawa sengsara. Ada pertumbuhan ekonomi, ekonomi masyarakat banyak yang membaik, yang tadinya motor beli mobil. Yang tadinya punya mobil satu terus beli dua, buntutnya BBM," katanya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau