Makassar

Sengketa Lahan, Ratusan Warga Usir Pekerja Proyek

Kompas.com - 03/04/2013, 12:35 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.com - Ratusan warga berpakaian preman dengan bertopi merah layaknya pahlawan Nasional Sultan Hasanuddin mengusir buruh bangunan yang sedang bekerja di lokasi proyek pembangunan rumah toko di Jalan AP Pettarani, Makassar, Rabu (3/4/2013).

Massa yang mengatasnamakan Aliansi Hamina Binti Buto bahkan melakukan penyegelan di pintu masuk proyek. Mereka melarang adanya aktivitas di atas tanah bersengketa di jalur TransSulawesi itu.

Menurut koordinator aksi, Burhanuddin, kasus tanah di Jalan AP Pettarani yang melibatkan PT Timurama dan Lai Sun Moi bekerjasama melakukan penyerobotan tanah milik ahli waris Hamina Binti Buto. Di mana PT Timurama --perusahaan penerima hak yang ditunjuk oleh negara untuk melakukan pembebasan lahan-lahan di Kota Makassar--, justru menjual lahan milik ahli waris Hamina ke Lai Sun Moi tanpa membeli atau melakukan pembebasan lahan terlebih dahulu kepada pihak ahli waris Hamina Binti Buto.

"Ada indikasi PT Timurama melakukan penyuapan kepada Kakanwil BPN Sulsel untuk menerbitkan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) Nomor 20166/Tidung. Dengan begitu, kami meminta Kapolda Sulselbar untuk mengusut kasus tersebut dan menangkap para mafia tanah yang banyak di Kota Makassar serta meminta Kakanwil BPN Sulsel untuk membatalkan SHGB itu," kata Burhanuddin.

Dengan adanya aksi dari ratusan warga, para buruh pun terpaksa menghentikan aktivitasnya, dan memilih meninggalkan lokasi proyek. Sementara itu, aparat kepolisian masih terus melakukan pengamanan di sekitar lokasi lahan sengketa itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau