BANJARMASIN, KOMPAS.com - Antrean kendaraan yang terjadi di hampir semua stasiun pengisian bahan bakar umum di Banjarmasin dan daerah lain di Kalimantan Selatan akhir-akhir ini berpotensi menimbulkan terganggunya distribusi barang dan kebutuhan pokok. Akibatnya harga barang dan kebutuhan pokok di pasaran naik.
Peneliti Ekonomi Senior Bank Indonesia Wilayah Kalimantan, Agus Hartanto, di sela-sela rapat Coffee Morning bersama pemerintah Provinsi Kalsel, di Banjarmasin, mengatakan kendaraan umum yang harusnya bisa langsung mendapatkan bahan bakar, kini harus mengantre lama di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
"Jadi ada waktu tambah, biaya operasional, uang makan, dan lain-lain. Secara tidak langsung hal itu akan dimasukkan dalam biaya operasional perusahaan sehingga akan dibebankan kepada harga jual barang. Harga jual barang akan naik," ujarnya.
Menurut Agus harus ada kebijakan khusus, misalnya mengefektifkan SPBU yang diperuntukkan bagi kendaraan umum dan mobil-mobil angkutan barang. Jika stok bahan bakar yang ada di tempat itu masih kurang, harus segera ditambah dengan mendatangkan dari tempat lain yang tingkat kepadatan pengguna bahan bakarnya kurang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang