Jokowi: Kita Harus Bangga dengan Kopassus

Kompas.com - 05/04/2013, 12:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengungkapkan kebanggaannya terhadap personel Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Sebagai aset negara, Jokowi menilai, semua pihak harus menjaga dan memelihara keberadaan serta nama baik pasukan baret merah tersebut.

Mantan Wali Kota Surakarta ini menyampaikan, di kancah internasional, Kopassus merupakan pasukan elite terbaik ketiga sedunia. Keberadaannya hanya di bawah pasukan SAS dari Inggris, dan pasukan MOSSAD dari Israel. Saya hanya ingin mengucapkan sedikit saja, bahwa Kopassus adalah aset negara.

"Kopassus ini milik masyarakat, milik rakyat, sehingga kita berkewajiban untuk memelihara. Jangan ada gangguan yang mengubah persepsi terhadap kopassus. Kita harus bangga," kata Jokowi saat berkunjung ke Mako Kopassus, di Cijantung, Jakarta Timur, Jumat (5/4/2013).

Sebelumnya, Jokowi berkeliling markas Kopassus menggunakan mobil taktis milik Kopassus. Dari Gedung Sarwo Edhie Wibowo, mobil taktis itu menuju tempat pengolahan sampah terpadu (TPST). Di situ, Jokowi sempat menilik proses pengolahan sampah yang dilakukan oleh prajurit Kopassus.

Dari TPST, Jokowi bersama Danjen Kopassus Mayjen TNI Agus Sutomo beserta beberapa petinggi Kopassus menuju bantaran Sungai Ciliwung yang jaraknya sangat berdekatan. Di situ, belasan perahu karet telah siap untuk menyusuri sungai.

Mantan Wali Kota Surakarta ini menyusuri Sungai Ciliwung sekitar 20 menit, dan menepi di Lapangan Tembak Rama Shinta. Sungai Ciliwung yang disusuri masih berada di sekitar markas Kopassus, di Cijantung, Jakarta Timur.

Kegiatan ini juga dalam rangka melakukan aksi pembersihan Sungai Ciluwung sebagai bentuk dukungan dalam mencegah terjadinya banjir di Jakarta. Ini merupakan pertama kalinya Jokowi berkunjung ke markas Kopassus.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau