Pertambangan

Indonesia Diminati Investor Australia

Kompas.com - 12/04/2013, 03:21 WIB

Jakarta, Kompas - Sektor pertambangan mineral dan batubara di Indonesia kian diminati kalangan investor dari Australia meski Pemerintah Indonesia berencana menerapkan aturan pelarangan ekspor bijih mineral tahun 2014. Hal ini ditandai dengan meningkatnya jumlah perusahaan pertambangan dari negara itu yang menggarap proyek pertambangan di Tanah Air. Agar kegiatan investasi itu terus berlanjut, kalangan pelaku usaha meminta kepastian regulasi pertambangan di Indonesia.

Duta Besar Australia untuk Indonesia Greg Moriarty menyampaikan hal itu dalam jumpa pers berkenaan dengan digelarnya konferensi dan pameran industri pertambangan Ozmine2013 yang diadakan Pemerintah Australia, Kamis (11/4), di Jakarta. Konferensi dan pameran Ozmine2013 itu diadakan pada 16-17 April serta akan diikuti lebih dari 100 perusahaan dan organisasi pertambangan.

”Sektor pertambangan adalah tulang punggung perekonomian bagi Indonesia dan Australia. Sebab, sektor ini menciptakan ratusan ribu peluang kerja, menarik investasi langsung asing, dan memberikan kontribusi miliaran dollar Australia bagi perekonomian melalui ekspor mineral, jasa, dan teknologi,” ujar Moriarty.

Komisioner Perdagangan Komisi Perdagangan Australia (Australian Trade Commission), Julianne Merriman, mengatakan, saat ini ada 45 perusahaan dari Australia yang menggarap 172 proyek eksplorasi dan produksi pertambangan. Hal ini berarti jumlah perusahaan Australia yang berinvestasi di sektor pertambangan meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebanyak 38 perusahaan.

Data Pemerintah Australia menunjukkan, total nilai investasi Australia di Indonesia secara keseluruhan, termasuk nilai investasi pertambangan, mencapai 5,4 miliar dollar Australia tahun 2011 atau naik 12 persen dibandingkan periode sebelumnya. ”Pada dasarnya, hubungan antara Indonesia dan Australia telah berjalan baik, tetapi ada bagian yang belum ditekuni, yaitu negosiasi antarpelaku bisnis,” ujarnya.

Menurut Moriarty, beberapa perusahaan pertambangan dari Australia tetap berniat berinvestasi di Indonesia. ”Perusahaan- perusahaan Australia telah melakukan investasi jangka panjang di Indonesia, berkomitmen pada praktik pertambangan yang bertanggung jawab, berkelanjutan, serta menyediakan program- program pelatihan, alih teknologi, dan pendidikan,” katanya.(EVY)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau