Dalam Sepekan, IHSG Hanya Meraup 11 Poin

Kompas.com - 14/04/2013, 12:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada perdagangan sepekan ini berhasil menguat 11,14 poin (0,23 persen). IHSG ini berbanding terbalik dengan pelemahan di pekan sebelumnya sebesar 14,92 poin (0,3 persen).

Analis Trust Securities Reza Priyambada mengatakan pergerakan IHSG selama sepekan berhasil mencatatkan kenaikan meskipun sempat diselingi dengan pelemahan. Kenaikan yang terjadi jelang akhir pekan membawa IHSG berakhir lebih tinggi dari awal pekan dan bahkan pekan sebelumnya yang mencatatkan pelemahan.

"Kekhawatiran telah tingginya posisi IHSG membuat IHSG gagal dan meninggalkan level psikologis 5.000 seperti yang sebelumnya banyak berharap. Itulah yang membawa IHSG mengalami pelemahannya di awal pekan dan ditambah lagi dengan derasnya asing melakukan aksi jual," kata Reza di Jakarta, Sabtu (13/4/2013).

Namun, kata Reza dengan mulai adanya sentimen positif di pertengahan pekan saat itu mampu mengangkat IHSG. Tapi asing selama sepekan masih mencatatkan nett sell senilai Rp 1,61 triliun, dibanding pekan sebelumnya nett buy Rp 817,75 miliar.

Di awal pekan, laju IHSG terimbas laju indeks saham AS di akhir pekan sebelumnya yang gagal bertahan di zona positif setelah rilis nonfarm payrolls yang tumbuh di bawah perkiraan. Selain itu ada kekhawatiran akan meluasnya wabah penyakit flu burung di China dan kian meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea.

Apalagi saat itu, saham-saham big cap dilanda aksi jual oleh asing sehingga menambah derita bagi IHSG.

Laju IHSG mulai tertahan penurunannya saat hijaunya penutupan bursa saham AS dengan ekspektasi kinerja kuartal I-2013 akan lebih baik dari sebelumnya serta rilis data-data dari Australia dan China yang turut direspon positif serta kenaikan harga logam.

"Meski asing masih tercatat nett sell secara keseluruhan namun masih adanya nett buy asing pada beberapa saham-saham big cap memberi kenyaman buat IHSG di zona hijau meskipun secara intraday perdagangan cenderung flat," tambahnya.

IHSG juga sempat memperlihatkan laju anomalinya dimana mayoritas bursa saham Asia menghijau namun IHSG sebaliknya. Positifnya data dari Jepang dan China jelang akhir pekan yang dikombinasikan dari berita positif Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan level BI rate-nya membuat animo pelaku pasar, terutama lokal untuk bertransaksi cukup tinggi sehingga kembali antarkan IHSG menguat.

Sementara indeks utama lainnya menguat dengan kenaikan pada indeks JII (0,63 persen), IDX30 (0,60 persen), ISSI (0,47 persen) dan lainnya. Indeks sektoral bergerak variatif dimana lima sektor yang menguat antara lain properti (2,20 persen), infrastruktur (1,62 persen), konsumer (0,68 persen), manufaktur (0,08 persen) dan aneka industri (0,07 persen). Sementara indeks sektoral lainnya memerah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau