GIPI Khawatir Kecelakaan Lion Air Pengaruhi Pariwisata Bali

Kompas.com - 15/04/2013, 09:07 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com - Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) khawatir kecelakaan Lion Air di Pantai Segara, Kuta, saat hendak mendarat di Bandar Udara Ngurah Rai, Sabtu (13/4/2013) dapat memengaruhi citra pariwisata Bali.

"Jika hasil pemeriksaan tim investigasi penyebab dari musibah tersebut adalah kesalahan manusia atau human error maka dapat memengaruhi citra pariwisata, seperti kejadian dua atau tiga tahun lalu," kata Ketua GIPI Provinsi Bali, Ida Bagus Ngurah Wijaya di Denpasar, Minggu (14/4/2013).

Menurut dia, bila penyebab dari peristiwa itu adalah kesalahan pilotnya tentu akan berdampak pada citra penerbangan maskapai Tanah Air sehingga sejumlah negara memberlakukan larangan terbang. Dampak dari pelarangan tersebut tentu membuat berkurangnya wisatawan mancanegara ke Pulau Dewata karena tidak ada penerbangan langsung. Hal tersebut sangat tidak diharapkan oleh para pelaku pariwisata.

"Jadi tunggu saja hasil pemeriksaan investigasi mengenai penyebab peristiwa tersebut baru dapat terasa dampaknya," katanya.

Sampai saat ini, menurut Wijaya, belum melihat dampak secara langsung dari musibah tersebut terhadap pariwisata di Bali. Oleh sebab itu dia berharap tidak ada dampak negatif yang ditimbulkan akibat peristiwa itu, walaupun tak sampai menimbulkan korban jiwa.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau