Ingin Buktikan ke Orangtua, Tahanan Narkoba Ini Ikut UN

Kompas.com - 15/04/2013, 11:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — F (18), tersangka kasus narkotika yang ditahan di Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur, Senin (15/4/2013) ini, mengikuti ujian nasional (UN). Siswa kelas XII SMK Malaka, Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur, itu mengikuti UN di Mapolrestro Jakarta Timur dengan mengenakan seragam tahanan.

"Deg-degan sih, ya seingetnya saja," ujarnya sebelum memulai mengerjakan soal di ruangan khusus Anak Berhadapan dengan Hukum Polres Metro Jakarta Timur, Senin pagi.

F ditangkap Kepolisian Sektor Duren Sawit pada 31 Maret 2013 lalu atas kepemilikan ganja. F pun kemudian dilimpahkan ke tahanan Polres Metro Jakarta Timur karena masih berstatus di bawah umur hingga masa penahanan berakhir pada 19 April 2013. Meski demikian, F mengaku tak begitu risau jika tak bisa menjawab soal-soal yang diujikan, yakni mata pelajaran pertama, Bahasa Indonesia. Sebab, meski berada di tahanan, F dan tahanan anak yang lainnya tetap mendapat pelayanan pendidikan dari aparat kepolisian setempat.

"Kan di sini juga diajarin sedikit-sedikit. Jadi lumayanlah rasanya, cuma deg-degan saja," kata putra ketiga dari empat bersaudara itu.

F yang diancam hukuman di atas lima tahun penjara itu mengatakan, UAN yang dilaksanakan tahun ini adalah satu-satunya pembuktian tanggung jawabnya kepada orangtuanya. Dia ingin membuktikan kepada ayah bundanya bahwa meski terjerat kasus hukum, dia pun bisa lulus mengikuti tahap akhir masa sekolah itu.

Tetap tenang

Bersandal jepit berwarna putih, berseragam tahanan oranye nomor 37, serta berkalung kartu peserta UN, F tampak tenang mengikuti ujian meski telat satu jam dari waktu yang ditentukan, yakni 07.30 WIB, karena sang guru mengambil kertas ujian terlebih dahulu di sekolahannya.

Meski diawasi langsung oleh dua orang tenaga pengajar dari sekolahnya dan seorang petugas tahanan, F tampak santai mengerjakan soal-soal ujian. Sesekali, F tampak membalik-balikkan kertas ujian dengan tangan kanan memegang pensil.

Kepala Satuan Tahanan dan Barang Bukti Polres Metro Jakarta Timur Komisaris Suharto mengatakan, pihaknya telah membekali para tahanan yang masih berstatus pelajar. Salah satunya adalah memberikan motivasi agar meski berstatus tahanan, dia tetap percaya diri dalam menghadapi ujian penentu kelulusan tersebut.

"Mudah-mudahan anak itu tenang mengerjakan UN supaya dia bisa lulus sekolah dengan nilai yang baik," ujarnya.

Berita terkait, baca:

UJIAN NASIONAL 2013

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau