7 Cara Menekan Keinginan Makan "Junk Food"

Kompas.com - 15/04/2013, 16:50 WIB

Kompas.com - Meski sudah hapal apa saja keburukan makanan kategori junk food bagi kesehatan, tetapi terkadang sulit untuk melawan keinginan makan-makanan junk food. Makanan tersebut mungkin terasa enak di lidah, namun juga mengandung kalori dan garam yang tinggi, rendah gizi, serta sarat gula.

Ikutilah 7 kiat berikut untuk mengontrol keinginan makan makanan yang dapat merusak mood dan rencana penurunan berat badan ini.

1. Buatlah batasan.
Keinginan untuk makan mungkin sulit untuk ditekan. Namun membuat batasan dapat meminalisasi efek buruk yang ditimbulkan dan tetap memuaskan keinginan Anda. Mulailah dengan membuat batasan kecil seperti tidak minum soda untuk menemani makan junk food.

2. Manjakan dengan kualitas baik.
Sepotong makanan berkualitas tinggi akan lebih cepat memuaskan Anda. Jadi biarkanlah lidah Anda termanjakan dengan makanan berkualitas tinggi, karena mereka dapat cepat memuaskan Anda hanya dengan beberapa gigitan. Misalnya Anda bisa memilih sepotong cokelat hitam dengan kombinasi stroberi.

3. Cari alternatif yang lebih sehat.
Jika Anda sulit terpuaskan dengan hanya beberapa gigit makanan, maka pilihlah makanan yang lebih sehat. Misalnya, saat memilih pizza, pilihlah yang ber-topping sayuran. Atau daripada memilih keripik atau french fries, lebih baik pilih tahu panggang.

4. Gunakan kekuatan target.
Targetkan diri Anda untuk menjadi lebih langsing agar dapat memakai pakaian dengan ukuran yang lebih kecil. Setiap kali Anda ingin makan keripik, ingatlah betapa seksinya Anda dengan pakaian yang lebih kecil tadi.

5. Ubah kebiasaan buruk.
Jika Anda punya kebiasaan ngemil es krim atau keripik saat nonton TV, ubahlah dengan mengganti camilan Anda dengan buah atau yogurt rendah lemak. Lama-lama kebiasaan buruk Anda akan terganti dengan kebiasaan yang lebih baik.

6. Batasi alkohol.
Alkohol dapat mempengaruhi Anda dalam mengambil keputusan. Minuman ini dapat membuat Anda lebih mudah mengatakan "ya" untuk segala hal, termasuk keinginan makan junk food.. Maka, semakin Anda mengonsumsi alkohol maka mungkin Anda lebih sulit menahan keinginan untuk makan junk food.

7. Cukup tidur.
Ketika lelah dan kurang tidur, maka tubuh cenderung untuk memilih makanan yang berkalori tinggi untuk mencukupi kebutuhan energi. Perhatikan waktu tidur Anda sehingga tubuh tidak memerlukan tambahan energi dari makanan berkalori tinggi lagi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau