Kota-kota di AS dalam Siaga Tinggi

Kompas.com - 16/04/2013, 10:15 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com Kota-kota di AS, mulai dari New York sampai Los Angeles, berada dalam siaga tinggi menyusul tiga ledakan bom di Boston, Massachusetts, yang menewaskan sedikitnya 3 orang dan melukai lebih dari 100 lainnya, Senin (15/4) sore waktu setempat atau Selasa dini hari (WIB).

Di Washington, Gedung Putih telah meningkatkan pengamanan di luar gedung. Secret Service membentuk "garis batas aman" yang lebih lebar yang membuat orang-orang harus menjauh dari Gedung Putih. Sistem Metro (kereta bawah tanah) di Washington DC juga menempatkan petugas patroli tambahan saat jam sibuk pada Senin malam.

"Metro mengambil langkah ini sebagai bentuk kehati-hatian," kata pengelola Metro dalam siaran persnya seperti dikutip situs berita Politico. "Tidak ada ancaman spesifik atau kredibel terhadap sistem Metro saat ini."

Sementara itu, di Capitol Hill, Kepolisian Capitol AS atau US Capitol Police (USCP) mengawasi perkembangan di Boston. "USCP memantau situasi di Boston dan terus berkontak dengan mitra penegak hukum lokal dan nasional kami berkaitan dengan peristiwa itu," kata pernyataan lembaga itu. Seorang perwakilan Departemen Kehakiman mengatakan, para pejabat FBI dan Biro Alkohol, Tembakau, Senjata Api dan Bahan Peledak kini berada di tempat kejadian.

Aparat penegakan hukum New York juga meningkatkan pengamanan. "Saat aparat penegak hukum menyelidiki ledakan di Boston hari ini, saya meminta semua warga New York untuk mengingat para korban dan keluarga mereka dalam pikiran dan doa-doa Anda," kata Wali Kota New York Michael Bloomberg. Ia menegaskan, keamanan telah ditingkatkan di sejumlah lokasi penting "termasuk kereta bawah tanah kami."

"Kami punya 1.000 anggota NYPD (Kepolisian New York) yang ditugaskan untuk tugas-tugas kontra-terorisme, dan mereka, bersama seluruh NYPD dan investasi yang telah kami buat dalam infrastruktur kontra-terorisme, dikerahkan sepenuhnya untuk melindungi kota kita," kata Bloomberg dalam satu pernyataan. "Saya telah mengarahkan lembaga-lembaga negara, termasuk Divisi Keamanan Dalam Negeri dan Layanan Darurat, Kepolisian Negara, MTA, dan Otoritas Pelabuhan, untuk berada dalam keadaan siaga tinggi karena kita tahu lebih banyak tentang kejadian ini," kata Gubernur New York Andrew Cuomo.

Langkah-langkah pengamanan yang diambil di Washington dan New York dan beberapa kota lain di seluruh AS itu tampaknya bersifat pencegahan, bukan karena ada ancaman langsung.

Di Los Angeles, pengamanan di Bandara Internasional Los Angeles juga ditingkatkan.

Presiden AS Barack Obama telah menyatakan bahwa pihaknya belum tahu siapa pelaku serangan di Boston itu dan apa alasannya. "Kami belum tahu siapa pelaku dan mengapa itu dilakukan. Tapi kami akan mencari tahu siapa pelakunya, meminta pertanggungjawabannya, dan kenapa ini dilakukan," kata Obama beberapa saat setelah serangan itu.

Lomba lari maraton tahunan di Boston itu menyedot hampir 27.000 peserta, lapor NBC News. Sementara itu, laporan lain mengatakan, acara tahunan itu sering menarik 500.000 penonton. Perlombaan tersebut berlangsung pada Patriots Day, sebuah hari libur di Negara Bagian Massachusetts.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau