Perancang Prosesor iPhone Pindah ke AMD

Kompas.com - 23/04/2013, 09:23 WIB

Associated Press Produsen prosesor Advanced Micro Devices (AMD)

KOMPAS.com — Apple harus kehilangan seorang yang menjabat sebagai direktur arsitektur prosesor grafis, Raja Koduri. Ia bergabung kembali ke produsen prosesor AMD, setelah empat tahun meninggalkan perusahaan itu.

Koduri bergabung ke Apple pada 2009 untuk mengembangkan prosesor grafis produk mobile Apple. Seperti diketahui, Apple merancang sendiri prosesor untuk produk iPhone, iPad, dan iPod Touch. Mereka tak mengandalkan prosesor rancangan pihak ketiga.

Koduri mulanya adalah direktur pengembangan teknologi di ATI Technologies. Ketika AMD mengakuisisi ATI, Koduri pun berstatus karyawan AMD.

Saat meninggalkan AMD, Koduri menjabat sebagai kepala teknologi untuk produk prosesor grafis. Kali ini, beberapa sumber mengatakan kepada CNet, Jumat (19/4/2013), Koduri akan mengambil perannya kembali dalam bisnis produk grafis AMD.

Aksi bajak karyawan antara Apple dan AMD memang cukup sengit. Pada Maret 2013, desainer prosesor AMD John Bruno dibajak oleh Apple. Pada Agustus 2012, petinggi urusan hardware Apple bernama Jim Keller memutuskan bergabung dengan AMD sebagai presiden korporasi dan kepala arsitek mikroprosesor AMD.

AMD kini dipimpin oleh CEO Rory Read. Perusahaan bersaing kuat dengan Intel untuk urusan prosesor. Dalam bisnis prosesor grafis, AMD bersaing dengan Nvidia yang meluncurkan produk kartu grafis terbaru GeForce.

Meski demikian, prosesor AMD dipilih oleh Sony untuk menjadi otak konsol game terbaru PlayStation 4.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau