Pemkot Banda Aceh Gelar Festival Layang Tunang

Kompas.com - 28/05/2013, 19:44 WIB

BANDA ACEH, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Banda Aceh menggelar Festival Layangan Tradisional (Layang Tunang) yang diikuti ratusan peserta dalam rangka memeriahkan HUT ke-808 Kota Banda Aceh.

Panitia penyelenggara Festival Layang Tunang, Zainiddin di Banda Aceh, Senin (27/5/2013), mengatakan, peserta  festival tersebut tahun ini lebih banyak dari tahun lalu. "Festival layang tunang yang dilaksanakan di persawahan Desa Pango Deah pada tahun ini pesertanya mencapai 280 lebih, kalau tahun lalu hanya 90 peserta," katanya.

Menurut Zainiddin, kegiatan lomba layang tunang telah menjadi agenda tahunan Pemerintah Kota Banda Aceh untuk melestarikan permainan tradisional. "Pemenang lomba layang tunang pada tahun ini memperebutkan hadiah uang tunai dan tropi dari Pemerintah Kota," katanya.

Permainan layang tunang merupakan tradisi masyarakat Aceh terutama petani yang dilaksanakan sebelum masa tanam dan setelah musim panen.

Selain di Kota Banda Aceh permainan tradisional yang juga disebut adu layang itu telah menjadi daya tarik wisata di berbagai kabupaten/kota lainnya di Provinsi Aceh dan sering diperlombakan pada acara tertentu seperti peringatan hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Perlombaan layang tunang sejak beberapa tahun terakhir juga dilaksanakan pada festival kesenian, adat dan budaya tingkat Provinsi. Kegiatan ini menjadi salah satu daya tarik wisata Kota Banda Aceh.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau