Advertorial

Ini Alasan Motor Matik Harus Pakai Oli Spesial

Kompas.com - 16/06/2015, 10:10 WIB

Jakarta, KompasOtomotif - Bagi sebagian warga di kota besar, pasti lebih nyaman berkendara dengan motor matik. Apalagi yang di Jabodetabek dengan tingkat kepadatan lalu lintasnya yang cukup tinggi, maka pakai motor matik salah satu solusi pintar memilih sepeda motor.

Hanya saja, sepeda motor jenis skutik kerap kali mengalami panas mesin berlebih atau overheat saat dipakai harian. Akibatnya, selain tenaga motor jadi tidak bertenaga, pengeluaran bahan bakar juga jadi tak seimbang alias boros.

Lantas bagaimana cara mengatasinya? Technical, Engineering & Product Development di PT Federal Karyatama, Triputranto Priyo Aripurwadi mengungkapkan, ssebenarnya fenomena overheat di motor matik sudah menjadi perhatian sejak lama.

"Penyebab utama gejala ini terjadi bisa dari mulai cara perawatannya, aktivitas sehari-hari, atau cuaca panas yang ekstrim, terutama dalam pemakaian oli mesin. Oleh karena itu, gunakan oli yang sesuai spesifikasi mesin serta pakai oli yang spesialis mendinginkan mesin,” jelas Priyo.

Oli memegang peranan yang sangat penting dalam mesin. Oli berfungsi sebagai pelumas untuk meminimalisir gesekan antar komponen dan mendinginkan mesin saat bekerja. Oleh sebab itu, gantilah oli secara teratur khususnya dengan oli yang spesial. Selain itu, oli spesial bikin kerja mesin stabil sehingga part-part dalam mesin terjaga. Salah satunya silinder mesin karena silinder berfungsi untuk mempercepat pelepasan panas.

Lain pula dengan Rendy, anggota salah satu Komunitas motor matik di Jakarta. Sudah beberapa kota dia sambangi untuk menjalin Brotherhood sesama pengguna motor matik, sebut saja Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Bali. Rendy kerap kali mengeluh saat motor matiknya dipakai buat harian apalagi kalau untuk touring, mesin motor cepat panas.

“Bensin naik, padahal mesin suka haus bensin. Dulu sih gara-garanya mesin cepat panas sehingga oli suka berkurang pas diganti dan tarikan jadi berat. Tapi setelah pakai oli spesial, mesin motor matik bisa tetap dingin”, ungkap Rendy.

Rendy mengganti oli standar Feders dengan oli spesial, Federal Matic. Kenapa dibilang spesial? Patrick Adhiatmadja, selaku President Director & CEO PT Federal Karyatama menjelaskan, Federal Matic Spesialis Dingin terbukti mendinginkan mesin.

"oli yang di dalam mesin tidak mudah panas yang berakibat oli menguap, karena kalau menguap, oli tersebut bisa berkurang. Tapi kalau dengan oli spesial Federal Matic Spesialis Dingin, maka kerja oli menjadi stabil sehingga oli pun tidak mudah berkurang karena diperkuat dengan Heat Protection Formula-nya yang mampu mendinginkan mesin. Sehingga motor matik tidak gampang panas dan tetap stabil sehingga tarikan motor menjadi enteng,” jelas Patrick.

Seperti penjelasan di atas, karena oli spesial akan menghasilkan tenaga yang maksimal. Oli spesial akan bekerja di dalam mesin dan di saluran ruang bakar dengan lebih sempurna sehingga motor matik yang karakternya gampang panas jadi stabil.

Federal Matic merupakan oli spesial yang spesialis mendinginkan mesin. Selain membuat motor matik tarikannya jadi enteng, irit bensin dan oli tidak mudah berkurang, juga mampu merawat dan memperpanjang umur mesin menjadi tahan lama. (Adv)

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau