Seni Mencari Batu Akik, Siapa Cepat Dia Dapat!

Kompas.com - 25/07/2015, 07:48 WIB
KOMPAS.com - Musim bergulir, batu akik tengah menjadi komoditi yang menarik di Indonesia. Banyak warga mengincar batu mulia terbaik meski sulit mendapatkannya. Misalnya dengan rela pergi ke luar kota atau membayar mahal batu akik incarannya.

Pada dasarnya, mayoritas penggemar batu akik tergila-gila karena ragam warna serta mitos dibalik batu tersebut. Dalam perkembangannya, batu akik juga dianggap sebagai investasi yang sewaktu-waktu bisa diperjualbelikan. Batu akik bagus dan berkelas yang lengkap dengan sertifikat biasanya cenderung memiliki nilai jual yang tinggi.

Mencari batu akik di era digital

Sebagai konsumen, tak perlu direpotkan dengan pencarian yang memakan ongkos, waktu lama, dan harus bergantian dengan konsumen lainnya seperti di gerai. Dari dalam kamar yang nyaman pun, misi pencarian batu pujaan bisa dilakukan lewat internet.

Saat ini, penjual akik mulai kreatif memasarkan jualannya. Tak hanya membuka gerai, mereka memudahkan konsumen untuk mencari lewat media sosial hingga situs jual beli.
 
Karena kemudahan ini pula, penggemar batu akik kini tak hanya pria tapi juga wanita. Batu akik mulai disandingkan dengan perhiasan yang biasa dikenakan. Biasanya dijadikan mata cincin, liontin, anting-anting hingga bros.

Shutterstock Saat ini, penjual akik mulai kreatif memasarkan jualannya. Tak hanya membuka gerai, mereka memudahkan konsumen untuk mencari lewat media sosial hingga situs jual beli.
Jika dibandingkan dengan cara manual, situs jual beli dianggap penjual dapat menjaring pasar yang lebih luas. Banyak penggemar batu akik dari berbagai daerah yang tak punya waktu banyak lebih memilih mencari dalam situs jual beli.

Dalam situs jual-beli, batu akik jenis Bio Solar Super Aceh, Batu Bacan hingga Batu Pancawarna yang terkenal lebih mudah ditemukan. Untuk itulah, situs seperti BukaLapak menyediakan kanal khusus untuk pencarian batu cincin.

Bagi konsumen, situs jual beli juga dianggap lebih terpercaya. Selain kelengkapan informasi mulai dari info penjual, spesifikasi barang serta deskripsi tentang batu tersebut, konsumen dapat membanding-bandingkan langsung batu incarannya.

Ragam akik dan daya tariknya

Musim batu akik memang tergolong unik. Dibalik warnanya yang beraneka rupa. Akik menyimpan mitos dan legendanya sendiri. Sejak itu, selain banyak orang berebut menginginkannya, mereka juga berujar soal daya tariknya.

Sebut saja batu Red Raflesia. Jenis akik yang satu ini sedikit susah ditemukan. Termasuk kategori Red Carnelian Chalcedony, akik satu ini populer di kalangan kolektor dan penghobi.

Selain karena warnanya yang indah, batu ini juga mulai terbilang langka, sehingga harga di pasaran cukup mahal. Untuk meyakinkan konsumen, penjual yang memasarkan lewat situs jual-beli biasanya mencantumkan ukuran batu serta bahan material ring ikat, jika batu sudah berbentuk cincin.

KOMPAS.com/Suddin Syamsuddin Setelah sisik naga corak emas, para penggila batu akik jenis sisik naga (Septarian Noudles) di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, kedatangan sisik naga berwarna dasar hijau dan bercorak alam.
Bagi Anda yang baru tertarik dengan batu akik, situs jual beli seperti BukaLapak dapat menjadi rekomendasi tempat pencarian. Situs ini menampilkan jenis akik mulai dari terkenal hingga yang namanya belum familiar telinga.

Bila Anda pencari akik pertama kali, mungkin Bacan Palamea bisa menjadi pilihan. Batu yang berasal dari pulau Maluku ini sedang populer. Bacan Palamea asli berwarna hijau seperti giok.

Ingin yang lebih unik, ada juga jenis batu bergambar yang tengah menjadi primadona. Batu ini termasuk dalam kategori Natural Agate Chalcedony. Saat ini konsumen BukaLapak mengincar batu jenis ini dengan gambar Naga Putih dari Awan. Pencarian juga dilakukan oleh para kolektor.

Dengan rupa akik yang lebih variatif, berburu lewat situs jual beli memang menjadi pilihan. Tanpa harus melakukan pencarian ke daerah-daerah, penjual akik incaran mungkin sudah memasarkannya lewat situs ini. Anda hanya harus cepat agar tak didahului penggemar akik lainnya. Selamat berburu!

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau