kabar mpr

Ketua MPR: Intelektual Harus Berpikir Jangka Panjang

Kompas.com - 28/07/2015, 14:27 WIB

Ketua MPR Zulkifli Hasan mengucapkan selamat kepada Pengurus Forum Koordinasi Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Fokal IMM) yang baru saja dikukuhkan, 28 Juli 2015. 

Di hadapan pengurus dan alumni IMM, di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, lebih lanjut Zulkifli mengatakan era sekarang sudah berubah, berbeda dengan masa lalu.Di mana kompetisi semakin berat, transparan, dan keras. Dalam kompetisi tidak lagi melihat siapa orangnya, apakah itu alumni IMM atau bukan, namun ditentukan oleh sumber daya manusianya. 

Untuk itu Zulkifli mendukung dan mensupport kepada kader Muhammadiyah untuk berkiprah di manapun tempatnya.Sekarang tak mudah untuk merebut posisi penting di berbagai bidang di manapun kita berkiprah,ujar Zulkifli. 

Untuk itu Zulkifli menekankan pentingnya kader Muhammadiyah meningkatkan kemampuan. Dirinya mengutip pesan Guru Bangsa Cokroaminoto yang mengatakan semurni-murninya tauhid, setinggi-tingginya ilmu, dan sepintar-pintarnya siasat. Dengan kalimat itulah Zulkifli yakin kader Muhammadiyah bisa mencapai prestasi yang diinginkan, prestasi untuk kebaikan semua. 

Diakui oleh Zulkifli, Fokal IMM adalah kumpulan intelektual. Untuk itu diharapkan bisa berpikir jangka panjang. Ditekankan agar Fokal IMM menekankan pentingnya koordinasi sebab koordinasi merupakan kekuatan yang bisa mencapai cita-cita yang diharapkan. 

Zulkifli menekan kembali pentingnya kader Muhammadiyah untuk berkiprah dimanapun dan harus berusaha keras di tengah persaingan yang semakin ketat.

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau