Advertorial

Indonesia dan Kanada Akan Memperluas Kerja Sama di Berbagai Bidang

Kompas.com - 08/09/2015, 17:59 WIB

Ketua DPD RI Irman Gusman menerima kunjungan Duta Besar Kanada Donald Bobiash di Nusantara III lantai 8, Kompleks MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Senin (07/09/2015). Usai menerima kunjungan Irman mengatakan jika Indonesia dan Kanada menjalin persahabatan yang sangat kuat dan sudah terjalin sejak lama. Untuk itu, kedua negara akan menjajaki perluasan kerja sama di berbagai bidang untuk memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Ia pun melanjutkan jika Indonesia saat ini menjadi negara tujuan investasi terbesar Kanada di Asia Tenggara. Bahkan, Pemerintah Kanada menilai Indonesia adalah negara tujuan investasi utama. Karena itu, perwakilan Kanada di Jakarta, menghendaki agar adanya peningkatan kerja sama bidang ekonomi dengan Indonesia. "Januari mendatang kita memasuki era MEA dan Kanada menaruh perhatian besar terhadap negara-negara di kawasan ASEAN,  khususnya Indonesia," ujar Irman.

Irman menambahkan, keinginan Kanada untuk menjadikan Indonesia sebagai tujuan investasi utama sudah dibuktikan dengan melakukan penanaman modal disejumlah sektor ekonomi nasional. 

Selain itu, melihat besarnya peluang investasi di ASEAN, Kanada bahkan menempatkan Duta Besar khusus untuk kawasan Asia Tenggara. "Kawasan ASEAN ini luar biasa besar, 600 juta penduduk, dimana 250 juta nya di Indonesia. Combine GDPnya 3,5 Trilliun US dollar, 1 trilliun di Indonesia. Coba bayangkan kalo kerjasama masyarakat Internasional terjadi, betapa besarnya market size,"  ujar Irman.

Beliau juga mengatakan, Kanada menganggap ASEAN terutama Indonesia akan bisa memainkan peran yang sangat penting dalam MEA. Tidak hanya dalam bentuk investasi di sektor ekonomi, pemerintah Kanada pun turut membantu Indonesia dalam pembangunan kualitas manusiannya, diantaranya meningkatkan kontestasi untuk memajukan demokrasi dan mewujudkan pemerintahan yang baik.

Di sisi lain, pemerintah Indonesia juga harus bersiap-siap menghadapi ancaman yang muncul pada era MEA. Maka itu, perlu meningkatkan daya saing, diantaranya dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, meningkatkan efisiensi ekonomi nasional, meningkatkan infrastruktur dan mengurangi high cost economy.

"Ancaman di era MEA ada saja, namun yang terpenting adalah bagaimana meningkatkan daya saing bangsa, itu yang harus dilakukan, kalo tidak kita akan kalah bersaing, itu konsekuensinya, " tutup Irman. (Adv)

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau