Advertorial

Olahan Pisang dari Berbagai Daerah di Nusantara

Kompas.com - 21/09/2015, 08:55 WIB
Pisang Epe, Makassar Pisang Epe, Makassar

Pisang, bisa Anda temukan di berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, di beberapa daerah diantaranya memiliki pisang khasnya masing-masing. Sebut saja pisang Ambon dan pisang dari daerah lainnya. Buah ini selain memiliki gizi tinggi, juga bisa dimodifikasi sebagai bahan dasar membuat kuliner yang menggoyang lidah.

Olahan pisang di beberapa daerah tersebut menjadi sebuah kuliner khas yang menjadikannya begitu terkenal dan bahkan pamornya sampai hingga ke luar daerah asalnya. Berikut ini beberapa olahan makanan lezat dan favorit dengan pisang sebagai bahan dasar utamanya, yang hanya ada dan asli dari Indonesia. 

Pisang Epe dari Makassar

Pantai Losari, Makassar menjadi tempat yang bisa Anda datangi untuk menikmati pisang ini. Berbahan dasar pisang kepok yang sudah setengah tua, dan selanjutnya dibakar setengah matang. Apabila dirasa sudah cukup lembek, kemudian Pisang Epe ini dijepit dengan alat khusus hingga pipih dan dilakukan proses pembakaran yang kedua kalinya dengan tujuan agar lebih empuk lagi.

Setelah proses pembakaran dianggap cukup, barulah diberi siraman gula merah cair yang terlebih dahulu dicampur dengan pandan. Hmmm, membayangkan rasanya saja sudah membuat mulut Anda berair. Apalagi mencicipi langsung kelezatan rasanya.

Sajian Pisang Epe di atas merupakan versi original alias biasa. Di tempat ini Anda bisa memilih rasa lainnya selain yang original tadi. Anda Anda ditawarkan beragam pilihan mulai dari cokelat dengan siraman susu cokelat yang manis, keju dengan taburan parutan keju di atasnya, dan juga durian dengan balutan fla buah durian. Soal harga, Pisang Epe ini termasuk ramah di kantong. Untuk penganan selezat ini Anda cukup menebusnya dengan harga mulai dari Rp 6000 sampai dengan Rp 10.000 saja.

Selain biasa memburu tiket penerbangan promo dan hotel murah di Makassar lewat situs booking seperti Traveloka, bagi Anda para backpacker sejati tentunya cocok dengan kuliner ini. Anda bisa menemukan penjual Piang Epe di Pantai Losari ini mulai sore hingga tengah malam waktu setempat.

Pisang Plenet dari Semarang

Untuk kuliner dari olah pisang khas dari daerah di Indonesia yang kedua adalah Pisang Plenet. Kata “planet” sendiri dalam bahasa Jawa berarti pencet (tekan) sampai pipih. Kata plenet tersebut, persis seperti saat proses pembuatan penganan ini, yaitu ditekan-tekan hingga gepeng (pipih).

Sama halnya dengan Pisang Epe dari Makassar, setelah pisang menjadi pipih barulah dibakar di atas bara arang kemudian dibaluri mentega serta beragam varian rasa berdasarkan pesanan pembelinya.

Jika Anda berkunjung ke Semarang, tepatnya di sekitar Jalan Gajah Mada, terdapat penjual Pisang Plenet yang mangkal di sana. Varian rasa yang ditawarkan adalah cokelat, keju, kacang cokelat dan juga nanas. Setidaknya 10 tandan pisang kepok yang biasa dihabiskan oleh penjual Pisang Plenet ini setiap harinya. Sebuah bukti yang menjelaskan bagaimana lezatnya Pisang Plenet khas Semarang ini.

Pisang kepok yang dipakai sebagai bahan dasarnya pun dipilih yang benar-benar matang di pohon. Hal ini dilakuka untuk menjaga kualitas rasa penganan ini. Cita rasa Pisang Plenet ini juga bisa Anda temukan di Pasar Semawis atau pun Jalan Pemuda di Semarang.

Sale Pisang dari Cilacap

Lain halnya dengan Sale Pisang. Tidak seperti Pisang Epe dan Pisang Plenet, Sale Pisang ini dalam pembuatannya tidak memerlukan proses tekan atau pencet. Sale Pisang khas Cilacap ini merupakan olahan pisang yang terlebih dahulu disisir tipis sebelum dijemur. Tujunnya agar makanan ini bisa bertahan lebih lama lantaran kadar air di dalam buahnya akan berkurang selama proses penjemuran berlangsung.

Sale Pisang yang terkenal dengan aroma dan rasa yang khas ini dapat langsung Anda konsumsi maupun terlebih dahulu digoreng dengan tepung. Selain diolah melalui proses pejemuran atau pengeringan, ada pula sale yang dibuat dengan proses pengasapan. 

Pamor Pisang Sale ini bukan hanya “harum” di dalam negeri, melainkan telah menembus pasar internasional.  Sehingga dalam perkembangannya, banyak pendapat yang hingga kini masih memperdebatkan masalah keaslian asal dari daerah Pisang Sale ini. (Adv)