Saatnya Picu Karya Inovatif Menuju Penerapan Energi Baru Terbarukan

Kompas.com - 25/11/2015, 10:00 WIB
- -


Kondisi sulit fasilitas listrik di kawasan Timur Indonesia yang dialami Fahmi Dwilaksono, Fakiat Nurhazis dan Afifah Nurahman dari Universitas Teknologi Sumbawa memicu kreativitas berinovasi menghasilkan biogas dari limbah rumput laut dicampurkan dengan kotoran sapi.

Dari setengah kilo dicampur dengan satu kilogram kotoran sapi sehingga menghasilkan 0,56-0,75 liter biogas. Karya mereka ini berhasil menarik minat Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Rida Mulyana.

Sebagai penerus bangsa, generasi muda berperan penting dalam pengembangan dan penerapan konsep energi baru terbarukan. Salah satunya melalui Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang sudah digelar Pertamina sejak 2008.

Melalui ajang ini, para peserta mahasiswa bisa unjuk kreativitas dan strategi inovasi sebagai jawaban tantangan penerapan energi baru terbarukan, karena persediaan energi fosil semakin menipis seiring kebutuhan manusia yang semakin meningkat.

-

Di tahun 2015, tercatat 73 peserta kategori teori dan 15 tim proyek sains yang akan maju ke babak final OSN pada 21-26 November 2015 di Wisma Makara Universitas Indonesia. Seluruh tim proyek sains tersebut akan mempresentasikan karya-karyanya yang potensial untuk dikembangkan. Selain Fahmi, Fakiat, dan Afifah akan ada mahasiswa lainnya yang tampil mempresentasikan karya-karyanya yang potensial untuk dikembangkan.

Ada Pikri Eriyanto, Syauqi Rahmat Firdaus dan Aries Aditya Kurniawan dari Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin) yang mengalihfungsikan tanaman alang-alang Purun Tikus menjadi arang. Hal ini bisa menjadi solusi bahan bakar yang memanfaatkan ketersediaan lokal yang bisa dikembangkan oleh masyarakat sekitar sebagai sumber energi.

Inovasi temuan lainnya oleh Rahimatul Yusra Mardiah, Hadi Parmana dan Great Kristanto dari Institut Teknologi Bandung yang mengembangkan polisi tidur dengan konsep Sikantrik (Piezoelectric Cantilever System) yang akan menghasilkan energi listrik terkonversi dan disambungkan ke lampu jalan. Dari hasil penelitiannya, sistem ini mampu menghasilkan energi untuk menyalakan 3 lampu jalan berkapasitas 224 watt selama 9 jam.

Ketiga contoh karya tersebut merupakan karya Tim Proyek Sains OSN Pertamina 2015 diantara inovasi dan kreativitas dari peserta lainnya. Seluruh peserta akan memperebutkan total hadiah senilai Rp 3,3 miliar.

-

OSN Pertamina 2015 merupakan kompetisi berkelanjutan yang mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi dengan merangkul kreativitas dan inovasi peserta, sekaligus menjawab tantangan permintaan lulusan yang berkualitas yang kian dibutuhkan oleh dunia usaha atau industri.

Semoga saja, karya-karya sains para generasi muda ini mampu membawa Indonesia menjadi negara mandiri energi melalui inovasi dan penerapan energi baru terbarukan. (Adv)