Advertorial

Peningkatan Konektivitas dan Daya Tampung Air Percepat Pembangunan Indonesia

Kompas.com - 02/03/2016, 20:22 WIB
Direktur Jembatan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian dan Kepala Pusat Litbang Jalan dan Jembatan Balitbang Kementerian PUPR Herry Vaza di Kolokium Balitbang 2016 di Hotel Grand Sahid Jakarta, Rabu (2/3/2016). Direktur Jembatan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian dan Kepala Pusat Litbang Jalan dan Jembatan Balitbang Kementerian PUPR Herry Vaza di Kolokium Balitbang 2016 di Hotel Grand Sahid Jakarta, Rabu (2/3/2016).


Percepatan pembangunan merupakan salah satu program yang dicita-citakan Presiden Joko Widodo. Percepatan itu bisa dicapai dengan peningkatan konektivitas antardaerah dan ketahanan air.

Cara meningkatkan konektivitas, menurut Hedy Rahadian, Direktur Jembatan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, adalah dengan pembangunan jalan.

"Jalan berfungsi sebagai urat nadi ekonomi. Logistik dan transportasi 90 persen lewat jalan. Tapi sekarang angka tempuh kita ada di 2,6 jam/100 km, di bawah negara tetangga Malaysia. Jadi harapannya agar konektivitas meningkat dengan adanya pembangunan jalan ini," tutur Hedy saat ditemui di Kolokium Balitbang 2016 di Hotel Grand Sahid Jakarta, Rabu (2/3/2016).

Untuk kebutuhan tersebut Balitbang Kementerian PUPR berupaya mengembangkan pembangunan jalan dengan merekomendasikan bahan jalan dan jembatan yang ramah lingkungan.

Kapuslitbang Jalan dan Jembatan Herry Vaza mengatakan timnya mengembangkan bahan aspal berbasis lingkungan yang bisa diaplikasikan pada lahan bersuhu rendah.

"Kami juga mengembangkan sistem jembatan yang bisa dibangun dengan biaya murah sehingga bisa menciptakan kebutuhan evakuasi di Indonesia bagian timur," katanya.

Kepala Pusat Litbang Sumber Daya Air Balitbang Kementerian PUPR William M Putuhena bersama Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Mudjiyadi di Kolokium Balitbang 2016 di Hotel Grand Sahid Jakarta, Rabu (2/3/2016).

Peningkatan daya tampung air

Selain konektivitas, cita-cita berikutnya ialah ketahanan pangan. Menurut Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Mudjiadi, ketahanan air adalah sumber dari itu.

Untuk itu dirinya berharap dapat menjalankan program ketahanan air dengan cara meningkatkan daya tampung air.

"Saat ini daya tampung air di sini hanya 52 meter kubik per kapita. Kita harus menaikkan itu," ujar Mudjiadi.

Upaya peningkatan daya tampung air yang dilakukan, menurut Kepala Pusat Litbang Sumber Daya Air Balitbang Kementerian PUPR William M Putuhena, ialah revitalisasi waduk, situ, danau.

Salah satunya pada Danau Tempe,  Sulawesi Selatan. Danau Tempe saat ini menjadi bagian dari aktivitas masyarakat di sekitar sebagai sarana penampungan air baku, penangkaran ikan, area bercocok tanam, peredaman banjir, dan area wisata.

Namun saat ini volume tampungan di danau semakin berkurang, salah satunya karena ada penguasaan lahan oleh masyarakat.

Masalah ini, diharapkan Mudjiadi, dapat diselesaikan Pusat Litbang Sumber Daya Air dengan ide yang out of the box.

"Pada intinya percepatan, bagaimana mempercepat pelaksanannya. Namun juga bagaimana bisa mempercepat tanpa mengabaikan kualitas," tutur Mudjiadi. (Adv)