Advertorial

Perjalanan Kuliner dan Eksplorasi di Western Australia

Kompas.com - 31/03/2016, 19:06 WIB

Oleh: Ayla Dimitri

Kontributor Kompas Klass Harian Kompas

Anggapan bahwa Perth dan wilayah barat Australia (Western Australia) lainnya adalah bagian yang membosankan ternyata salah. Justru sebaliknya, penulis mendapatkan pengalaman yang tidak terlupakan pada kunjungan pertama. Dari perhelatan kuliner bergengsi, menikmati makan siang di ladang anggur, hingga mengunjungi sebuah pulau menjadi daftar perjalanan penulis selama enam hari di Negeri Kanguru.

 

Ayla Dimitri

Content Creator | Twitter: @ayladimitri | Instagram: @ayladimitri | @kompasklass #pelesir

Berikut adalah karya foto dari Ayla Dimitri, seorang penikmat wisata yang baru saja berpelesiran di wilayah barat Australia.

1. Fremantle Markets.

-

Salah satu pasar tertua yang telah berdiri sejak 1897 ini memiliki lebih dari 150 stall yang menyajikan berbagai macam hal dari produksi lokal seperti buah dan sayuran segar, kopi, sabun, hingga suvenir lokal. Atas rekomendasi salah satu teman, penulis mencoba membeli biji kopi dengan rasa-rasa unik seperti french vanilla dan crème bruleedi Coffee Connection, salah satu stall yang menjadi favorit penulis.

2. Margaret River Gourmet Escape 2015.

-

Perhelatan kuliner yang berlangsung selama tiga hari ini menjadi salah satu tujuan utama penulis ke Perth. Banyak chef ternama seperti Adriano Zumbo, Chef Wan, dan nama-nama besar lainnya turut meramaikan acara tahunan ini. Dalam rangkaian ini, penulis menghadiri Gourmet Escape BBQ Night. Penulis bertemu dan berbincang dengan ChefWan. Lalu, bazar makanan dan minuman di Gourmet Village, surganya para foodie. Sebagai penggemar berat truffle, penulis begitu senang ketika membawa pulang organic truffle oil, black truffle butter, dan truffle aioli mayonnaise dari Great Southern. Penulis juga mencicipi beberapa makanan di sana dan hidangan laut segar.

3. Rottnest Island.

-

Pulau ini terletak 18 kilometer sisi barat dari Fremantle dan membutuhkan sekitar 90 menit naik kapal feri dari Barrack Street Jetty. Disambut air berwarna turquoise, penulis begitu terpukau dengan keindahan pulau yang memiliki 63 pantai ini. Di antara begitu banyak aktivitas yang bisa dilakukan di sini, penulis diajak naik speed boat untuk berkeliling melihat singa laut, spot lumba-lumba, dan ikan paus. Hal lain yang menarik dari pulau ini adalah Quokka, binatang khas menggemaskan yang sering kali diajak selfie oleh para turisdan tenar dengan sebutan Quokkafie.

4. Australian Style Breakfast.

-

Penulis sempat mencicipi sarapan di Moore & Moore Cafe yang terletak di bangunan tua dari wilayah warisan area Fremantle. Tempat ini memiliki banyak hal menarik. Salah satunya terdapat galeri seni kontemporer menampilkan seniman yang sedang naik daun. Selain itu, nuansa antik dari kafe ini memberikan atmosfer yang sangat keren. Untuk urusan makanan, mereka menyajikan honest food dengan rasa yang sangat fresh dan kopi yang sangat nikmat.

5. Food Loose Tours.

-

Awalnya, penulis penasaran dengan tur yang satu ini. Ternyata, tur kuliner ini mengajak penulis berjalan kaki dari restoran ke restoran di area Fremantle. Menarik sekali! Dua di antaranya penulis mengunjungi Kailis’ Fish Market untuk fresh baby octpus, udang, ikan, serta fish n’ chips, dan The Modern Eatery House of Aburi Sushi untuk hidangan makanan Jepang.

6. Ngilgi Cave.

-

Gua yang sebelumnya dikenal dengan nama Yallingup Cave ini ditemukan pada 1899 dan dikenal menyimpan legenda suku Aborigin mengenai perlawanan antara energi baik (Ngilgi) dan energi buruk (Wolgine). Di sini penulis menikmati keindahan stalaktit, stalagmit, serta formasi alam di bawah tanah dengan lampu-lampu berwarna yang membuat nuansa semakin dramatis.

7. Kings Park and Botanic Garden.

-

Taman yang sangat luas ini memiliki bermacam koleksi tanaman yang bisa kita lihat, cium aromanya, dan bahkan memiliki cerita masing-masing. Ada beberapa sudut dari taman ini yang menyajikan pemandangan Perth.

8. Busselton Jetty.

-

Busselton Jetty dikenal sebagai dermaga terpanjang dengan jarak 1.841 meter ke arah laut. Untuk mencapai ujungnya, selain jalan kaki, ada kereta kecil yang bisa membawa kita. Keretanya mengingatkan penulis pada kereta yang ada di Disneyland. Ketika sampai pada ujung, penulis mengunjungi observatori bawah laut yang memang dibuka untuk turis. Cukup menarik. Ternyata, taman ini bisa dijadikan tempat beraktivitas, selain untuk bersantai, salah satu areanya bisa dipergunakan untuk festival musik.

Untuk informasi lebih lanjut Australia.com/penawaran

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau