Sepeda motor masih menjadi kendaraan yang dipilih masyarakat untuk mudik. Alasannya, karena lebih efisien dari segi waktu dan biaya. Namun, secara aspek keselamatan tidak baik, karena berdasarkan data Korlantas Mabes Polri, motor menjadi penyumbang kecelakaan tertinggi, yakni sekitar 66 persen.
Melihat kondisi seperti iti, Samsung ikut berpartisipasi meminimalisir kecelakaan dengan cara memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia yang sebagian besar pengendara motor.
Mode S-bike tersebut berfungsi mengalihkan panggilan masuk yang dapat menggangu konsentrasi pengguna (yang sedang berkendara) dengan cara memberikan pedan suara yang menjelaskan bahwa pengguna sedang berkendara dan tidak bisa menjawab panggilan telepon.
-S-Bike dapat diaktifkan ketika pengguna hendak mengendarai kendaraan bermotor roda dua dan dinonaktifkan kembali ketika perjalanan selesai. Bila panggilan bersifat darurat, maka penelpon dapat menekan angka 1 dan panggilan akan ditampilkan.
Edo Rusyanto, Koordinator Jaringan Aksi Keselematan Jalan (Jarak Aman), mengatakan, setiap hari ada dua orang yang jatuh karena menggunakan ponsel ketika berkendara. Bahkan trennya tahun lalu meningkat 124 persen.
"Sekarang ini banyak orang yang menggunakan telepon saat berkendara. Padahal itu sangat membahayakan, karena bisa hilang konsentrasi," ujar Edo di acara Kumpul Komunitas Otomania (KKO) bersama Samsung Galaxy J3 di Jakarta, Minggu (26/6/2016).
-Menurut Edo, fitur yang dihadirkan Samsung itu cukup bagus, karena bisa menekan biker menggunakan ponsel. Apalagi menjelang mudik Lebaran, karena banyak masyarakat yang pulang kampung pakai motor.
"Karena dengan menggunakan Samsung Galaxy J3 itu kalau ada yang telepon tidak bisa menjawab dan akan dikirimkan notifikasi kalau orang itu sedang berkendara," kata Edo.
Klik di sini untuk mengeksplorasi informasi mengenai fitur S Bike lebih lanjut.
(Adv)