Advertorial

The 4th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2016

Kompas.com - 08/08/2016, 07:38 WIB

Program Pemerintah Target 35.000 MW listrik sudah dicanangkan, panasbumi atau geothermal yang merupakan energi bersih dan terbarukan adalah salah satu sumber energi untuk mendukung pencapaian tersebut. Indonesia dengan potensi energi panasbumi yang besar, yaitu sekitar 40 persen dari seluruh potensi panasbumi dunia. Melihat potensi ini, pemerintah menargetkan pengembangan energi panasbumi sebesar 7000 MW pada 2025. Target ini merupakan target yang ambisius, karena hingga saat ini total kapasitas panasbumi Indonesia baru mencapai 1.438 MW, artinya masih ada kekurangan sebesar ± 5500 MW yang harus didapatkan dalam kurun waktu 10 tahun (atau ±  550 MW per tahun).

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jendral Energi Baru Terbarukan dan Koservasi Energi (Ditjen EBTKE) bersama Asosiasi Panas bumi (API) terus berupaya mendorong untuk mencapai tujuan tersebut. Asosiasi Panasbumi Indonesia (API) menghadirkan acara tahunan The 4th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) pada tanggal 10 – 12 Agustus 2016 di Jakarta Convention Center, Jakarta. Kegiatan ini memiliki arti penting karena dapat memberikan masukan terkait pencapaian target pengembangan energi panasbumi di Indonesia.

Di tahun ke-4 ini IIGCE 2016 mengangkat tema “Innovative Breakthrough to Achieve 7000 MW Geothermal Development by 2025”. Tema ini sejalan dengan semangat API dan para pelaku bidang panasbumi untuk mewujudkan target dari pemerintah di atas.

IIGCE 2016 adalah ajang terbesar di bidang panasbumi di Indonesia yang mempertemukan pemerintah, industri pengembang, institusi pendidikan serta pihak swasta yang bergerak di bidang panasbumi.

Salah satu agenda yang paling ditunggu dalam IIGCE 2016 adalah konferensi yang akan dibuka oleh Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla serta dihadiri oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar, Kementrian Perencanaan Pembangunan Nasional – BAPPENAS Bambang Brodjonegoro, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Ketua Otoritas Jasa Keuangan Muliaman Hadad, Direktur Utama Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Rida Mulyana, anggota Dewan Energi Nasional Andang Bachtiar, Direktur Perencaan Perusahaan PT. PLN (Persero) Nicke Widyawati dan masih banyak lagi para ahli dalam bidang panasbumi.

Tidak kalah pentingnya, dalam IIGCE 2016 nanti akan ada penyerahan surat keputusan pemenang lelah Wilayah Kerja Panasbumi, penandatanganan amandemen perjanjian jual beli listrik, penandatanganan amandemen perjanjian jual beli uap, serta penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) tentang pengembangan panasbumi area Kawah Candra Dimuka.

Selain konferensi, IIGCE 2016 juga akan diisi oleh berbagai kegiatan lain seperti exhibition, photo competition, writing competition, technical papers, pre-conference workshop dan kunjungan atau field trip kepembangkit listrik tenaga panasbumi milik Star Energy yaitu (PLTP) Wayang Windu untuk melihat langsung cara kerja PLTP tersebut.

Kunjungilah The 4th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition 2016 Jakarta Convention Center, 10 -12 Agustus 2016. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi website kami www.iigce.com. (Adv)

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau