Advertorial

Nelayan Kepri Mulai Beralih ke Transaksi Non-tunai dengan Kartu Lantera

Kompas.com - 14/09/2016, 09:18 WIB
Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardojo (tengah) menyerahkan piagam penghargaan Rekor MURI kepada Direktur BCA Santoso (kanan) disaksikan Ketua Umum MURI Jaya Suprana (kiri) di Batam, Sabtu (13/8/2016). Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardojo (tengah) menyerahkan piagam penghargaan Rekor MURI kepada Direktur BCA Santoso (kanan) disaksikan Ketua Umum MURI Jaya Suprana (kiri) di Batam, Sabtu (13/8/2016).

Nelayan memberi kontribusi besar untuk perekonomian Indonesia. Buktinya, pada tahun 2015 sektor perikanan menyumbang Rp 290 triliun untuk Produk Domestik Bruto Nasional. 

Melihat kontribusi tersebut, berbagai pihak, khususnya bank, mengambil langkah untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan. Untuk mewujudkan itu, Bank Indonesia beserta PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan empat bank lainnya menerbitkan kartu Lantera, atau Layanan Keuangan Terintegrasi.

BCA dan Bank Indonesia membagi sekitar 1.000 kartu Lantera kepada Nelayan di Kepulauan Riau. Kartu tersebut diluncurkan dan dibagikan pada HUT ke-2 Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang dicanangkan oleh Bank Indonesia. Kartu Lantera akan menjadi instrumen pembayaran yang mempermudah nelayan dalam bertransaksi terkait pekerjaan maupun kegiatan perbankan.

Dengan kartu tersebut, masyarakat, khususnya nelayan di Kepulauan Riau, dapat beralih dari penggunaan uang tunai ke instrumen pembayaran non-tunai. Kartu Lantera dapat digunakan oleh komunitas nelayan sebagai instrumen pembayaran pembelian alat tangkap ikan di koperasi. Selanjutnya, kartu ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk menyalurkan bantuan ke komunitas nelayan di Kepulauan Riau.

Kartu Lantera tersebut dapat digunakan oleh komunitas nelayan sebagai instrumen pembayaran seperti untuk membeli alat tangkap ikan di koperasi. Ke depannya, kartu ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menyalurkan bantuan kepada komunitas nelayan di Kepulauan Riau.

Kartu Lantera dapat digunakan untuk bertransaksi di mesin EDC BCA. Ke depannya, semua merchant gerai nelayan dikembangkan agar dapat menerima transaksi non-tunai dari Debit BCA, Flazz, dan Sakuku.

Direktur BCA Santoso menyatakan, BCA menjalankan peran sebagai pilar penting perekonomian Indonesia dengan turut mendukung program GNNT. Salah satu caranya, dengan memberi penawaran-penawaran menarik bagi instrumen non-tunai BCA, serta mengeluarkan beragam produk pembayaran non-tunai, termasuk Lantera.

“Dengan kehadiran kartu Flazz Lantera, kami berharap transaksi nelayan dapat mulai beralih menggunakan instrumen non-tunai. Dengan demikian, peluang bagi nelayan untuk dijangkau dengan fasilitas perbankan semakin tinggi,” tutur Santoso.

Sebelumnya, peluncuran dan pemberian kartu Lantera kepada nelayan di Kepulauan Riau dihadiri oleh Gubernur Bank Indonesia, Agus D.W. Martowardojo, Direktur BCA Santoso, Ketua Umum MURI Jaya Suprana, dan manajemen bank penyedia kartu Lantera lainnya. Pemberian kartu Lantera pada pun mencatat rekor dari Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan  memperkenalkan transaksi nontunai kepada nelayan di daerah Batam, Kepulauan Riau. (Adv)