Advertorial

Kementerian PPPA Sukses Gelar Program Jelajah Three Ends di Jailolo

Kompas.com - 17/10/2016, 13:40 WIB

Pelaksanaan program Jelajah Three Ends Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) telah tuntas diselenggarakan di Jailolo, Halmahera Barat. Program yang melibatkan pemerintah provinsi, aktivis perlindungan perempuan dan anak, serta masyarakat sipil ini berlangsung pada 1-15 Oktober 2016 dan hasilnya ternyata sukses besar.

Program tersebut diselenggarakan untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, mengakhiri rantai perdagangan manusia dan ketidakadilan akses pada sumber daya ekonomi bagi perempuan. Usai penyelenggaraan program seluruh perangkat dan masyarakat desa di Kabupaten Halmahera Barat menyatakan kesiapannya untuk melaksanakan program Three Ends.

“Desa-desa di Halmahera Barat sudah siap menyukseskan Three Ends. Saya bersama Bupati Danny Missy sudah melakukan pemantauan dan hasilnya sesudah program sosialisasi masyarakat Jailolo siap melaksanakan program tersebut,” kata Zakir Mando, Wakil Bupati Halmahera Barat yang juga menjadi Ketua Pelaksana Program Three Ends di Jailolo.

Kesuksesan program ini juga terbukti dari tercapainya target penyebaran informasi mengenai Three Ends. Dari 120 ribu jiwa yang mengikuti sosialisasi, informasi mengenai Three Ends menyebar ke 80 ribu orang. Padahal di awal Kemen PPPA hanya mentargetkan penyebaran informasi ke 35 ribu orang.

Three Ends dimulai  pada 1 Oktober 2016 lalu dengan menjaring dan melatih 350 satgas perlindungan perempuan dan anak dari 175 desa. Masing-masing desa memiliki dua anggota satgas. Mereka akan menjadi pengawas pelaksanaan program. Kemudian diakhiri pada 14 Oktober 2016 lalu dengan Seminar Three Ends yang menghadirkan tiga tokoh inspiratif perlindungan anak dan pemberdayaan ekonomi perempuan di Kantor Bupati Halmahera Barat.

Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yambise. Setelah acara tersebut, Yohana Yambise juga turun ke tengah masyarakat desa Loce, Akelamo, dan Tedeng di ibukota Kabupaten Halmahera Barat untuk medengarkan curahan hati mereka dalam acara bertajuk “Mama Yo Menjawab”.

Masyarakat desa menyambut antusias. Menteri PPPA Yohana Yambise dalam dialog tersebut berhasil menjaring sejumlah keluhan mengenai kekerasan terhadap perempuan dan anak yang seringkali terjadi sehari-hari di tiga desa tersebut.

-

Usai berdialog dengan warga, Yohana Yambise, pada hari kedua program Jelajah 3end, berbaur dengan masyarakat dalam karnaval budaya. Yohana bersama tim jelajah 3end berkeliling untuk memantau Kota Jailolo menggunakan becak motor. Kendaraan umum yang sehari-hari dimanfaatkan masyarakat Jailolo untuk beraktivitas.

Konvoi becak motor diakhiri di Lapangan Festival Teluk Jailolo. Puluhan ribu warga sudah menunggu Menteri PPPA Yohana Yambise, tim Kemen PPPA, dan tim Jelajah  Three Ends di lapangan tersebut. Kemudian  Menteri Yohana Yambise pun kembali berbaur dengan warga menarikan tarian Three Ends di tengah guyuran hujan.

“Saya sangat berterima kasih pada warga Jailolo. Puluhan ribu orang yang ada di sini, kita punya gerakan besar bersama untuk menurunkan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Ini adalah komitmen global, PBB dan Presiden Joko Widodo berkomitmen menurunkan angka kekerasan pada perempuan dan anak, serta ingin mengangkat derajat perempuan untuk setara dengan laki-laki,” kata Menteri PPPA mengapresiasi antusiasme dan peran serta masyarakat Jailolo.

Acara puncak pada malam hari sebenarnya direncanakan untuk diisi dengan seremoni perayaan keberhasilan Three Ends. Namun berhubung adanya peristiwa duka yaitu terbakarnya speedboat di perairan Jailolo yang menyebabkan banyak korban jiwa, acara diganti dengan  kegiatan doa bersama dan penyalaan lilin. Pergantian ini dilakukan atas inisiatif Kemen PPPA sebagai bentuk simpati kepada keluarga korban.

Jailolo adalah kota pertama yang disambangi oleh Kemen PPPA dalam program Jelajah Three Ends. Setelah Jailolo Kementerian PPA akan menyelenggarakan program serupa di Belitung pada 11-12 November 2016 dan Bandung pada 18-19 November 2016. (Adv)

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau