Advertorial

Tiga Hal Dasar Ini untuk dapat “Selfie” Layaknya Profesional

Kompas.com - 27/10/2016, 15:00 WIB

Fenomena swafoto (self portrait) atau yang lebih populer dikenal dengan selfie awalnya memang bermula dari ajang narsis-narsisan anak masa kini, dengan menggunakan fitur kamera depan dari gadget. Ya, hanya untuk narsis-narsisan. Karena itu pada awal ketenarannya, foto selfie fokusnya hanya sebatas ekspresi wajah. Ekspresi ini pun menjadi satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan selfie tersebut.

Namun seiring perkembangannya, selfie bukan lagi digunakan untuk sekedar narsis-narsisan. Selfie sudah menjadi sebuah aliran tersendiri dalam teknik fotografi, yang sekarang disertai dengan beragam metode dan trik foto. Duckface sudah bukan lagi ekspresi pamungkas untuk membuat sebuah foto selfie yang bagus.

Dan seperti layaknya sebuah aliran dalam seni fotografi, lomba foto selfie pun sudah banyak bermunculan. Seperti program Take Me Anywhere (TMA) dari Travel Kompas.com yang berkali-kali menantang para pesertanya untuk melakukan selfie di berbagai tempat.

Pertanyaannya, apa dibutuhkan dalam membuat sebuah foto selfie yang bagus seperti layaknya seorang profesional? Dengan membedah ponsel OPPO F1s yang diklaim sebagai Selfie Expert, beberapa hal ini adalah kuncinya:

1. Resolusi Kamera

Dalam dunia fotografi, cara gampang untuk membedakan profesional dan amatir adalah dari peralatan yang digunakan. Memang, dengan memiliki peralatan mumpuni bukan berarti Anda langsung menjadi profesional. Tetapi untuk mendapatkan sebuah foto dengan kualitas profesional, Anda membutuhkan kamera beresolusi tinggi guna mendapatkan gambar yang terang, detail, dan tajam.

Dalam konteks selfie, peralatan yang lazim digunakan adalah kamera depan pada ponsel, karena pengguna dapat mengevaluasi langsung apa yang akan ditangkap oleh kamera melalui layar. Namun permasalahannya bagi pabrikan ponsel kebanyakan, kamera depan adalah kamera sekunder. Resolusi yang diberikan cenderung rendah.

Memang tidak ada standar yang menyebutkan besaran resolusi kamera depan untuk membuat sebuah foto selfie profesional. Namun dengan menjadikan ponsel OPPO F1s sebagai standar, maka kamera depan dengan resolusi 16 megapixel disertai sensor sebesar 1 per 3,1 inci dan bukaan diafragma sebesar f2.0, adalah spesifikasi yang dibutuhkan.

2. Pencahayaan

Seni fotografi juga dikenal dengan seni melukis dengan cahaya. Karena memang secara teknis, proses dalam membuat foto adalah dengan mengatur pencahayaan (exposure) yang masuk ke dalam lensa untuk kemudian dicetak pada sensor kamera. Dasar mengatur pencahayaan ini dengan tiga hal, yaitu kecepatan shutter (shutter speed), bukaan diafragma (apreture), dan  sensitivitas sensor kamera terhadap cahaya (ISO).

Namun tidak jarang untuk mendapatkan pencahayaan yang pas, khususnya untuk foto portrait. Dibutuhkan cahaya tambahan dengan menggunakan lampu untuk menerpa wajah. Karena tanpa cahaya tambahan ini, dalam kasus foto selfie, sering kali wajah yang difoto gelap karena tidak mendapatkan cahaya yang cukup.

Ponsel OPPO F1s memiliki fitur Screen Flash Selfie yang berfungsi penyesuaian cahaya Screen Flash secara otomatis. Screen flash akan mendeteksi kondisi cahaya saat selfie, dan mengalkulasikan intensitas cahaya penerang yang diperlukan, dan wajah akan terlihat cerah tanpa menimbulkan cahaya yang  berlebihan (overexposed).

Dengan fitur ini, Dalam kondisi gelap sekalipun F1s mampu menghasilkan foto selfie yang bagus. Menampilkan pemandangan malam yang indah dengan wajah tetap cerah dengan warna yang natural.

3. Foreground vs Background

Ini adalah poin terakhir yang menjadi penentu dari bagus tidaknya sebuah seni fotografi, yaitu memadukan latar depan (foreground) dan latar belakang (background). Memadukan di sini adalah mulai dari sisi komposisi, struktur, cahaya, warna, fokus, dan lainnya. Poin ini adalah poin yang sering terlupakan oleh fotografer amatir.

Kembali lagi ke konteks selfie, karena subjek yang mengambil foto harus berada pada frame untuk menjadi foreground, komposisi background sering kali menjadi sedikit. Memang, tidak ada aturan baku yang mengatur komposisi antara foreground dan background, namun pada kasus ini Anda jadi tidak dapat mengeksplorasi selfie Anda lebih jauh.

Mengatasi hal itu ponsel OPPO F1s memiliki fitur Selfie Panorama dengan sudut  pengambilan gambar sampai 120 derajat. Anda dapat menggerakkan kamera depan untuk mendapatkan gambaran lebih luas, sehingga dapat menghasilkan foto selfie panorama dengan pemandangan yang luas.

Itulah tiga hal yang menjadi dasar seni fotografi, dan juga menjadi dasar untuk seni foto selfie. (Adv)

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau