Advertorial

Kementerian PUPR Menanam 2.500 Pohon di Bantaran Sungai Citarum

Kompas.com - 28/10/2016, 09:24 WIB
- -

Sebanyak 2.500 pohon ditanam di areal seluas 1,2 kilometer di bantaran Sungai Citarum, Desa Rancamanyar, Kabupaten Bandung, oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Alam (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kamis (27/10/2016). Kegiatan ini sengaja dilakukan dalam rangka Hari Habitat Dunia.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini difasilitasi oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum.  Kementerian PUPR  juga melibatkan instansi-instansi di Bandung seperti DPRD, komunitas sungai, Garnisun, pemerintah kabupaten, dan TNI.

"Penanaman pohon di bantaran Sungai Citarum ini di lokasi hasil penertiban kerjasama BBWS Citarum dan Pemkab Bandung serta apresiasi Kades Rancamanyar. Alhamdulillah areal sepanjang dua kilometer ini bisa dilakukan penataan," kata Kepala BBWS Citarum Yudha Mediawan, saat memberikan sambutan.

-

Lokasi penanaman pohon ini dipilih karena kondisinya yang kerap banjir, karena daerah aliran sungai (DAS) di sana ditutupi bangunan-bangunan liar.

Selain sebagai dukungan terhadap Hari Habitat Dunia, kegiatan penanaman pohon ini juga merupakan bagian dari penanganan non struktural Sungai Citarum.

"Penanganan ini ada dua yakni struktural dan non struktural. Kalau struktural kami memperbaiki struktur sungai seperti memperbaiki kemiringan sungai sedangkan non struktural dilakukan dengan penghijauan bantaran sungai," jelasnya.

Penghijauan ini, lanjut Yudha, merupakan milestone untuk perbaikan area pinggiran Sungai Citarum. Diharapkan kegiatan ini bisa ditiru oleh BBWS lainnya. Program penghijauan ini diakui Yudha tidak akan berhenti, lantaran bantaran Sungai Citarum akan dibuat sebagai ruang publik terbuka yang bisa digunakan oleh masyarakat di sekitarnya.

"Berikutnya ini akan ada pengembangan untuk daerah public space di mana masyarakat bisa memanfaatkannya untuk olahraga dan rekreasi. Nanti kami akan bangun saung untuk komunitas bisa ngariung atau diskusi program mereka dan isu aktual," pungkasnya. (Adv)