Advertorial

Erix Soekamti Terpilih Sebagai Favorit dari 5 Peraih DSEA 2016

Kompas.com - 11/11/2016, 10:46 WIB

Erik Kristianto, atau yang lebih dikenal dengan nama Erix Soekamti terpilih sebagai favorit dari 5 orang peraih Danamon Social Enterpreneur Awards (DSEA) 2016. Vokalis sekaligus bassist dari band punk asal Yogayakarta, Endank Soekamti, mendapatkan suara terbanyak pada voting online yang dilakukan melalui website resmi DSEA dari tanggal 21 Oktober 2016 sampai 9 November 2016.

DSEA adalah bentuk apresiasi Danamon kepada pejuang kesejahteraan Indonesia yang telah membangun wirausaha berkelanjutan, sekaligus dapat menyelesaikan masalah sosial di lingkungan sekitarnya. Penghargaan ini rutin dilakukan oleh Danamon tiap tahunnya yang dimulai dari tahun 2006.

Pada penghargaan ini DSEA tahun ini, Erix Soekamti terpilih atas usahanya dalam mengembangkan talenta anak muda di kota Semarang dan Yogyakarta melalui sekolah non formal Does University. Sekolah ini didirikan oleh Erix pada tahun 2015 lalu karena tidak puas dengan kurikulum di sekolah umum.

Hebatnya lagi, sekolah ini berjalan dengan pendaan sendiri dari penjualan merchandise.

Ditemui pada malam penghargaan, Erix mengaku senang atas apresiasi yang diberikan oleh Danamon atas usaha yang dilakukannya pada Does University. Sambil sedikit berkelakar bahwa malam ini adalah kali keduanya ia pakai baju batik selain acara pernikahannya, hadiah dari DSEA ini ia akan digunakannya untuk mengajak anak-anak Does Univesity berlibur.

“Akhirnya janji gue ke anak-anak jadi juga. Kita liburan ke Untung Jawa,” ucap Erix sambil tertawa dan mengacungkan medali yang diterimanya.

Erix mendapatkan total hadiah sebesar Rp 60 juta dari DSEA 2016 ditambah dengan terpilih sebagai juara favorit.  Selain Erix, ada 4 orang lainnya yang masing-masing mendapatkan hadiah sebesar Rp 40 juta. Mereka adalah Dian Aryanti seorang “Snack Stylish” dari Garut, “Pengubah Limbah” dari Lembang Bambang Boedi Cahyono, “Sarjana Puyuh” asal Boyolali Itmamul Khuluq, dan Andris Wijaya “Pejuang Beras” dari Garut.

Bersama Erix si “Musisi Peduli”, lima orang ini adalah lima orang terpilih dari 532 peserta yang mayoritas berasal dari segmen Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan dari kalangan young enterpreneur setelah. Mereka dipilih melalui seleksi ketat oleh Dewan Juri atas pencapaian yang sesuai dengan visi Danamon, peduli dan membantu orang mencapai kesejahteraan.

Penganugerahan DSEA 2016 ini diberikan bertepatan pada hari pahlawan nasional, 10 November 2016, di Ballroom Hotel Westin Jakarta. Pada acara yang sama, Danamon juga menganugerahkan Bisa! Awards 2016, penghargaan tahunan yang diberikan kepada karyawan Danamon serta anak perusahaannya yaitu Adira Finance dan Adira Insurance yang telah menunjukkan nilai-nilai budaya perusahaan dan service excelence.

Dalam acara ini tutut dihadiri oleh Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menegah Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga dan Anggota Dewan Komisioner OJK Dr Kusumaningtuti Sandriharmy Soetino sebagai keynote speaker, lite talshow dari CEO Bukalapak Achmad Zaky, diramaikan oleh sejumlah public figure yaitu Menteri Keuangan periode 2013-2014 Muhammad Chatib Basri, Billy Boen, Happy Salma, dan Chef Mariska, serta hiburan dari penyanyi Gita Gutawa dan Adera. (Adv)

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau