Setelah sukses di Jailolo dan Kabupaten Belitung, kini giliran kota Bandung menghadirkan program Jelajah 3Ends. Program tersebut dicanangkan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA).
Program 3Ends di Bandung akan berlangsung pada tanggal 19-20 November 2016 mendatang. Saat ini, pemerintah kota Bandung dan warga telah bersiap-siap menyambut perhelatan yang menggaungkan akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, akhiri perdagangan orang, dan akhiri ketidakadilan akses ekonomi untuk perempuan tersebut.
Rencananya, program 3Ends pada hari pertama akan berlangsung di tiga titik lokasi. Pertama, di Taman Musik. Di lokasi pertama akan digaungkan tema “Akhiri Perdagangan Orang”. Acara yang akan berlangsung ialah sosialisasi program 3Ends, di mana Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise akan berdialog langsung dengan warga Bandung.
Acara kedua dengan tema “Akhiri Ketidakadilan Akses Ekonomi Untuk Perempuan” akan dilaksanakan di Taman Cibeunying. Rencananya akan hadir 500 sampai 800 peserta di sana, terdiri dari tim penggerak PKK kota Bandung, Dharma Wanita Kota Bandung, PEKA (Perempuan Kepala Keluarga), UPPKN, gabungan organisasi wanita, sampai DPR.
Lokasi ketiga, di jalan Soekarno Hatta. Tema di lokasi ini adalah “Akhiri Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak”. Di lokasi ini Menteri Yohana akan disambut dengan tarian kreasi 3Ends yang dilakoni oleh masyarakat Bandung.
Tidak hanya itu lokasi ini pun akan dilengkapi dengan pameran kreasi seni fotografi dan karikatur yang dikemas dalam bentuk lorong 3Ends. Seluruh upaya ini merupakan salah satu langkah kreatif yang di lakukan masyarakat Bandung untuk terlibat dalam kampanye program 3Ends.
Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kota Bandung Entin Kartini mengaku, Bandung sudah menjalankan program 3Ends sejak lama. Warga kota Bandung dianggap telah “melek” soal isu kekerasan, hak, dan keadilan untuk perempuan dan anak.
Oleh karena itu, program Jelajah 3Ends akan menjadi penyempurna berjalannya layanan perlindungan terhadap perempuan dan anak di kota Bandung.
“Selama ini kami sudah punya call center untuk melindungi perempuan dan anak. Kami juga sudah berjejaring dengan PKK dan semua organisasi wanita. Kami juga memberi pelatihan di bidang politik, dan bantuan ekonomi untuk perempuan. Tujuannya, agar perempuan bisa mengeksiskan diri. Jadi sebenarnya pemberdayaan perempuan di sini sudah berjalan,” tutur Entin saat dihubungi Kompas.com, Selasa (15/11/2016).
Entin menyatakan, saat ini Bandung memiliki sejumlah program dan layanan untuk perlindungan perempuan dan anak. Di antaranya, Unit Pelayanan Teknis Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (UPT P2TP2A) Kota Bandung menyediakan layanan konseling untuk menangani kasus kekerasan pada anak dan perempuan serta tindak pidana perdagangan orang.
Pelayanan yang diberikan antara lain konseling untuk korban, pendampingan hukum, serta terapi untuk menghilangkan trauma atas tindak kekerasan. “Sekarang ada 17 konselor dari umum, pengacara, dan psikolog. Nanti mereka akan kami hadirkan juga di sana (pada acara 3Ends di Bandung),” ujar Entin.
Selain itu, kata Entin, Bandung juga telah memiliki call center yang memberi pelayanan untuk korban kekerasan perempuan dan anak. “Nomornya 1500 245. Ini untuk menjangkau dan memberi kemudahan pelayanan kepada korban KDRT (kekerasan dalam rumah tangga),” tutur Entin.
Menurut Entin, cita-cita program 3Ends, yakni perlindungan terhadap perempuan dan anak sudah terlaksana dengan apik di Bandung. Itu sebabnya, tak sulit menjangkau masyarakat untuk berpartisipasi dalam program 3Ends ini.
Ia berharap, program 3Ends di Bandung bisa berjalan dengan sukses dan menyentuh seluruh masyarakat.
“Dengan adanya program 3Ends, semoga tidak terjadi lagi kekerasan perempuan dan anak, bagaimana meningkatkan kesempatan akses ekonomi, membuka dan memberdayakan mereka sesuai hak dan kemampuannya. Selama ini hal tersebut memang sudah diupayakan pemerintah kota Bandung. Pada akhirnya kami berharap agar kesejahteraan perempuan dan anak bisa terjamin,” tutur Entin. (Adv)