Advertorial

Tingkatkan Kualitas Pemeliharaan Pembangkit, PJB Dirikan Pusat Pelatihan

Kompas.com - 31/03/2017, 13:17 WIB

Pemeliharaan peralatan merupakan salah satu faktor penting dalam bisnis pembangkitan tenaga listrik. Oleh karena itu, PT Pembangkitan Jawa – Bali (PJB) melalui lembaga pelatihannya PJB Academy meresmikan Maintenance Training Center (MTC) di Gresik, Kamis (30/3/2017) lalu.

MTC akan menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi individu di unit pemeliharaan peralatan pembangkit listrik PJB.

“Saat ini ada total 38 unit yang dikelola PJB, baik eksisting, jasa OM, anak perusahaan, maupun joint venture. Semua pegawai di sana memerlukan sebuah fasilitas mandiri untuk meningkatkan kompetensi pemeliharaan pembangkit,” ujar Purwono Jati Agung, General Manager PJB Academy dalam sambutannya.

Pelatihan di dalam MTC akan dilakukan dalam ruang belajar yang realistis layaknya di tempat mereka bekerja. Tujuannya agar setiap individu terbiasa dengan masalah yang dihadapi di lapangan.

-

Semua bentuk pelatihan dalam MTC juga sudah disesuaikan dengan Standar Latih Kompetensi dari Dirjen Ketenagalistrikan (DJK) sehingga sesuai dengan kebutuhan unit pembangkit PLN Group.

Pelatihan juga melibatkan tenaga bersertifikat dan para purnakarya PJB Grup yang telah berpengalaman menghadapi berbagai macam situasi terkait pembangkit listrik. Selain itu PJB tahun ini telah mempersiapkan 10 karyawannya untuk menjadi instruktur di MTC.  Bekerja sama dengan perusahaan asal Jepang, Tepco, PJB  mengirim mereka untuk menjalani pelatihan profesional selama dua minggu di Jepang.

Sementara untuk perangkat dan materi pembelajaran PJB Academy memanfaatkan material bekas dari unit-unit pembangkit listrik yang telah habis nilai bukunya. Material yang diambil dari unit pembangkit Muara Karang, Muara Tawar, dan Paiton tersebut dipulihkan kembali agar layak dijadikan sebagai alat pembelajaran.

“Kami bersyukur dan berterima kasih atas berdirinya MTC PJB Academy. Pusat pelatihan ini akan mendukung PLN Corporate University dalam usaha percepatan peningkatan kompetensi praktis di unit pembangkitan,” ujar M. Ali, Direktur HCM PT PLN (Persero). (adv)

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau