Advertorial

Andy F Noya Bocorkan Sebuah Rahasia Mengenai Kesuksesannya

Kompas.com - 31/03/2017, 19:16 WIB

Presenter Andy Flores Noya, atau yang biasa dikenal Andy F Noya, bercerita sepotong kisah masa kecil yang mengantar ia ke gerbang kesuksesan. Andy mengaku, ia memiliki ketertarikan pada buku sejak kecil.

“Saya juga baru sadar bahwa buku punya kekuatan dahsyat ketika di bangku SD,” katanya.

Ada satu momen yang membuat Andy menyadari hal itu. Waktu SD, gurunya kerap memuji presenter program TV Kick Andy ini karena jago mengarang. Ia selalu mendapat nilai bagus untuk tugas mengarang dalam pelajaran Bahasa Indonesia.

Saat itu, sang guru mengatakan bahwa Andy berbakat dan berpotensi menjadi seorang wartawan. “Inilah waktu saya menyadari bakat saya,” katanya.

Semenjak itu, ibu Andy akhirnya berkorban menyisihkan uang untuk berlangganan koran Suara Karya. Padahal, saat itu kondisi perekonomian keluarga sedang sulit.

“Ibu memaksa agar kita bisa langganan koran. Padahal, uang sekolah saja sering menunggak,” kata Andy mengenang masa lalunya. Akhirnya, Andy pun mulai menyukai membaca koran.

Setiap ulang tahun, Andy selalu dihadiahi sebuah buku. Kebiasaan dan kegemaran membaca buku pun semakin bertumbuh. Dampaknya, Andy memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas.

“Karena baca buku, saya bisa membuat prakarya yang dibilang guru saya paling susah. Sementara anak-anak lain saat itu hanya bisa membuat asbak. Mereka tidak ada yang tahu rahasia saya. Rahasia saya sebenarnya adalah buku dan ini tidak pernah saya kasih tahu ke guru saya,” ungkapnya.

Hingga saat ini, membaca tetap jadi kegemaran Andy. Ia pun menularkan hobi ini ke istri dan anak-anaknya.

“Bacaan favorit anak saya adalah sastra yang masih berbahasa Inggris, karena buku yang ditunggu-tunggu biasanya masih belum tersedia dalam Bahasa Indonesia,” kata Duta Baca 2011-2015 ini.

Andy mengoleksi ribuan buku di rumahnya. “Anak saya jadi punya kebiasaan seminggu baca sebuah buku,” kata Andy di ajang Kafe BCA V di Menara BCA baru-baru ini.

Andy menuturkan, minat baca merupakan sebuah lingkaran setan. Meningkatnya minat baca dipengaruhi kebiasaan orangtua, kalangan keluarga dan lingkungan pergaulan sekitar. Untuk meningkatkan minat baca, orangtua harus punya upaya untuk menarik minat baca anak.

Orangtua disarankan untuk mempengaruhi anak-anaknya untuk membaca. Apalagi, kini minat baca di Indonesia tergolong rendah. Indonesia menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca.

Namun menurut Andy, sebenarnya minat baca anak-anak Indonesia tinggi, namun akses untuk mendapat buku, terutama bagi anak-anak di daerah pelosok masih sulit.

"Kalaupun ada buku (yang bermutu), harganya sangat mahal sekali. Jadi, kalau membicarakan buku jangan dari sudut pandang orang yang tinggal di Jawa saja, tapi anak di daerah yang akses bukunya memang sangat sulit,” katanya.

Sumber: Ini Senjata Rahasia Andy Flores Noya Capai Kesuksesan, smart-money.co

(Adv)

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau