kabar mpr

Dubes Pakistan Ajak MPR Bantu Persoalan di Kashmir

Kompas.com - 17/04/2017, 16:20 WIB

Kunjungan tersebut dilakukan untuk menyampaikan undangan kepada Ketua MPR Zulkifli Hasan untuk berkunjung ke Pakistan. Selain itu Mohammad Aqil Nadeem juga berharap MPR dapat turut membantu dalam penyelesaian masalah Kashmir.

“Kami berharap Ketua MPR bisa berbagi cerita pengalaman Indonesia dalam berdemokrasi, sekaligus kami minta dukungan untuk saudara-saudara muslim yang ada di Kashmir,” ujar Mohammad Aqil.

Undangan tersebut disampaikan oleh Dubes Mohammad Aqil Nadeem karena selama ini ia menilai Ketua MPR mampu menjalankan menjalankan perannya dalam menjembatani perbedaan di tanah air.

“Kami mengikuti perkembangan di Indonesia dan melihat bagaimana peran Ketua MPR dalam merekatkan perbedaan di Indonesia. Terutama dalam membawa nilai-nilai Islam yang damai,” katanya.

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menyambut baik ajakan dari Dubes Mohammad Aqil Nadeem. Pria yang akrab disapa Zulhas tersebut menyampaikan rasa terima kasih dan salam persahabatan dari rakyat Indonesia untuk Pakistan.

Zulkifli berjanji akan memenuhi undangan untuk berkunjung ke Pakistan dan wilayah Kashmir. Selain itu ia berjanji akan membantu mengangkat persoalan Kashmir agar masyarakat dunia lebih sadar dan memperhatikannya. “Semoga kita dapat membantu, khususnya agar masyarakat Kashmir tidak tertindas,” ujar Zulkifli.

Mengingat Pakistan sudah menjadi sabat baik Indonesia sejak era pemerintahan Presiden Sukarno. Zulkifli juga berharap persahabatan antara kedua negara semakin erat.

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau