Advertorial

Wanita Cerdas Sebaiknya Tak Lakukan Kesalahan Ini (Bagian 2)

Kompas.com - 29/04/2017, 21:12 WIB

Wanita punya karakteristik dan kebiasaan sendiri dalam mengatur keuangan. Biasanya, wanita leih lihai melihat keuangan secara rinci.

Meski demikian, wanita juga sering melakukan kesalahan. Untuk itu, mari kita kenali kesalahan pengaturan keuangan yang identik dengan wanita.

Tidak terencana

Urusan uang, ada wanita yang senang membuat anggarannya sendiri, namun ada pula yang malas melakukannya. Jadi, bila ada wanita tidak suka atau malas membuat anggaran, maka ia bisa dipastikan tidak terlalu peduli pada kondisi keuangannya di masa depan.

Padahal, bila ia bisa mengelola keuangannya dengan baik dengan anggaran, akan ada banyak hal bisa ia peroleh di masa depan. Selain semua pengeluaran tercatat dengan jelas dan rinci, kamu bisa menjaga kestabilan kondisi keuangan agar berada di jalur aman.

Tak punya tujuan keuangan

Tujuan keuangan merupakan hal penting untuk menjaga agar seseorang bisa berbuat maksimal mewujudkannya. Sayangnya, masih banyak wanita yang tidak memiliki tujuan keuangan ini. Hal ini tentu akan membuat kondisi keuangan menjadi tidak sehat.

Untuk mengatasinya, segera tentukan tujuan keuangan secara spesifik, baik untuk membeli rumah, kendaraan atau hal lainnya. Demikian, kamu bisa menyusun strategi untuk mencapai tujuan tersebut dan membuat kondisi keuangan tetap sehat.

Tak punya dana darurat

Meski suami nantinya yang menanggung hidup wanita, bukan berarti wanita hanya bertugas mengurus anak, suami, membersihkan rumah, dan tidak memperhatikan dana darurat. Dana ini punya fungsi untuk mengatasi pengeluaran tak terduga dalam keluarga.

Jadi, bila suatu hari ada kejadian tidak terduga terjadi, keluarga sudah punya dana untuk mengatasinya. Untuk persiapan dana ini, sebaiknya bisa melalui produk investasi seperti reksa dana, emas atau sejenisnya.

Sumber: Smart-money.co

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau