Kilas daerah

Tokoh Budaya Nusantara, Penghargaan untuk Ridwan Kamil

Kompas.com - 15/05/2017, 15:11 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - Wali Kota Bandung M Ridwan Kamil mendapatkan penghargaan sebagai tokoh Budaya Nusantara. Penghargaan diberikan oleh Forum Silaturahmi Keraton Nusantara Republik Indonesia (FSKN) pada Festival Keraton dan Masyarakat Adat ASEAN ketiga tahun 2017 di Grand Hotel Preanger, Kota Bandung, Sabtu (13/5/2017).

FSKN menganugerahkan Ridwan Kamil atas jasa dan dedikasinya kepada bangsa dan negara dalam melestarikan dan memajukan kebudayaan sebagai Nusantara.

Penghargaan itu diberikan langsung oleh Ketua Umum FSKN Sultan Arief, Kesultanan Deli Sumut Datuk Sri Adil Fredy Haberman, serta Kesutanan Kutai Kartanegara Adji Pangeran Hari Gondo Prawiro.

Selain menerima anugerah budaya, Wali Kota Bandung juga mendapatkan lencana dari Kerajaan Sekalabrak. Dalam penganugerahan itu Ridwan Kamil diberi gelar Sultan Sekalabrak yang dipertuan ke-23.

Pada kesempatan tersebut Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil menyampaikan bahwa dirinya sangat bangga mendapatkan penghargaan FSKN.

"Sebagai pemimpin mendapat penghargaan itu hanya sebagai bonus saja, bukan target. Saya memimpin Kota Bandung untuk mensejahterakan dan selalu memberikan kebaikan kepada masyarakat," tuturnya.

Ridwan menambahkan, dalam hal kebersamaan berbangsa dan bernegara Indonesia itu Harus bersatu. Dalam FSKN ini misalnya, ada 150 kerajaan yang sebelum kemerdekaan maupun penjajahan Belanda sudah eksis bisa memberikan suara dalam hal adat, budaya maupun politik.

"Karena itu, jika suara bersatu dalam NKRI, maka negara pun akan berkembang dan maju dengan baik," ujarnya.

Ridwan atau akrab disapa Kang Emil mengatakan bahwa Bandung merupakan kota solidaritas Asia Afrika yang ikut berperan menyatukan hal-hal yang baik, termasuk keinginan agar kegiatan musyawarah Nasional dilaksanakan di Bandung.

"Bandung sendiri tidak punya keraton, tapi sebagai kota bersejarah tentu Bandung menjadi kehormatan untuk memberikan semangat kepada para raja, ratu atau sultan ini," jelasnya.

Ridwan berharap, untuk Indonesia yang lebih baik siapapun harus menjaga adat istiadat yang dimilikinya sebagai warga Indonesia.

"Mudah-mudahan, apa yang kita punya harus dilestarikan sebaik mungkin. Insya Allah negara Indonesia akan maju sejalan dengan perkembangan zaman," ucap Kang Emil.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau