Advertorial

DSLR Vs Mirrorless, Pilih yang Mana?

Kompas.com - 17/05/2017, 11:49 WIB
- --

Perdebatan antara mana yang lebih baik antara kamera DSLR dan mirrorless memang sudah ada sejak lama, dan mungkin tidak akan ada habisnya. Memang, dua tipe kamera ini memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing. Sehingga dari dulu bahkan sampai sekarang, jawaban dari pertanyaan “pilih yang mana” adalah: tergantung kebutuhan Anda.

Dulu, mungkin perbedaan mencolok dari dua tipe kamera tersebut terletak di tiga hal ini: kualitas, ukuran, dan harga. Apabila Anda membutuhkan kamera untuk mendapatkan foto dengan kualitas yang bagus, tidak merasa terganggu dengan ukuran kamera besar dan berat, dan pastinya juga tidak ada masalah dengan harga (biasanya kamera DSLR cenderung mahal), maka Anda sebaiknya membeli DSLR.

Tetapi degan perkembangan teknologi, tiga faktor itu sudah tidak lagi relevan. Kamera mirrorless sudah dapat menghasilkan foto dengan kualitas gambar yang tidak kalah dari DSLR.

Mirrorless sekarang juga banyak yang bertipe Mirrorless Interchangeable-Lens Camera (MILC), atau kamera mirrorless dengan lensa yang dapat diganti. Sehingga sama seperti DSLR, Anda dapat mengeksplorasi berbagai teknik pengambilan foto menggunakan MILC.

Faktor ukuran mungkin masih jadi hal yang relevan, karena kebanyakan DSLR masih berukuran besar dan berat. DSLR berukuran paling kecil saat ini pun ukurannya masih sedikit lebih besar dari MILC.

Terakhir untuk faktor harga, keduanya sudah saling bersaing.

Lantas, yang mana yang sesuai kebutuhan Anda? untuk menjawab pertanyaan itu mungkin Anda harus sedikit mengerti tentang perbedaan DSLR dan mirrorless

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Perbedaan DSLR dan mirrorless

DSLR merupakan kependekan dari Digital Single-lens Reflects. Singkatnya, kamera ini menggunakan cermin yang diletakkan di depan sensor gambar untuk memantulkan apa yang akan ditangkap oleh sensor ketika tombol rana (shutter) ditekan.

Karena itu, pengguna dapat mengintip apa yang akan ditangkap oleh sensor melalui jendela bidik (viewvinder).

Sedangkan pada kamera mirrorless, yangsesuai arti harfiahnya: tanpa cermin, lensa langsung mengarah ke sensor. Jadi yang dilihat oleh pengguna di layar adalah gambar yang telah ditangkap oleh sensor gambar kamera, dan ditampilkan di layar. Karena tidak menggunakan cermin, pengguna tidak bisa mengintipnya melalui jendela bidik.

Memang, mirrorless sekarang juga sudah banyak yang memiliki jendela bidik. Namun jendela bidik tersebut bukanlah cermin, melainkan layar dalam ukuran kecil. Sedangkan untuk DSRL yang menggunakan mode live view di mana gambar ditampilkan pada layar, pada mode ini fungsi cerminnya dinonaktifkan dan secara prinsip kamera tersebut berubah menjadi mirrorless.

Apa pengaruhnya?

Penggunaan cermin ini yang menjadi batasan yang membuat DSLR tidak akan pernah bisa setipis mirrorless. Tidak hanya itu, karena menggunakan cermin, pada mode DSLR pengguna hanya dapat memperkirakan pencahayaan yang masuk melalui meteran pengukur.

Sedangkan pada mirrorless, gambar yang tampil di layar umumnya sudah langsung menampilkan tingkat pencahayaan pada gambar ketika tombol rana ditekan. Jadi apakah gambar yang diambil akan terlihat terlalu terang atau terlalu gelap sudah bisa dilihat dari awal.

Tetapi hal ini juga yang menjadi penyebab masalah baterai pada mirroless. Selain karena ukuran baterai yang kecil (menyesuaikan dengan ukuran bodi kamera), daya yang digunakan untuk menampilkan gambar di layar membuat baterainya jadi cepat habis.

Selain permasalahan baterai, pengaruh lainnya yang merupakan turunan dari ukuran tersebut adalah permasalahan sensor gambar yang digunakan. Kamera DSLR pada kelas menengah dan premium menggunakan sensor full frame, sedangkan pada kamera mirrorless dan kamera DSLR tipe low-end, sensor yang digunakan lebih kecil (cropped sensor).

Bagi fotografer profesional, perbedaan sensor ini berdampak teknis cukup besar. Mulai dari panjang titik fokus, kepekaan terhadap cahaya, sampai dengan lebar area yang bisa ditangkap oleh sensor. Tetapi, tidak sedikit juga fotografer profesional yang memilih untuk menyesuaikan diri dengan tipe cropped sensor tersebutdan beralih dari model DSLR yang besar dan berat ke model mirrorless.

Jadi tipe kamera seperti apa yang cocok untuk Anda?

Apabila Anda adalah tipe orang yang suka mengambil puluhan sampai ratusan foto dalam satu sesi pemotretan, sebaiknya Anda menggunakan  kamera tipe DSLR. Karena hasrat fotografi Anda tidak akan terpuaskan apabila hanya menggunakan mirrorless.

Anda bisa segera mencari kamera yang cocok untuk Anda di sini: ragam kamera DSLR terlengkap.

Sedangkan apabila Anda tidak sebegitu antusiasnya untuk mengambil foto, tipe yang cocok untuk Anda adalah mirrorless. Karena dipastikan Anda akan merasa keberatan untuk membawa-bawa kamera DSLR yang berat dan besar itu ke mana-mana.

Anda dapat mencari kamera yang cocok untuk Anda di sini: ragam kamera mirrorless.

Apa pun tipe dan model kamera yang cocok untuk Anda, semuanya dimulai dari Tokopedia. (Adv)

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.