Advertorial

Banyak Peluang Bisnis di Destinasi Favorit Wisatawan Muslim

Kompas.com - 17/05/2017, 18:52 WIB
- --

Dalam hasil studi Indeks Wisata Muslim Global (GMTI) yang dilakukan Mastercard-Crescent Rating 2017, Indonesia masuk sebagai salah satu destinasi wisata favorit bagi para muslim.

Indonesia menduduki posisi ketiga, di bawah Malaysia dan Uni Emirat Arab, dalam kategori negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

Pemeringkatannya diukur berdasarkan kriteria akses, komunikasi, lingkungan, dan layanan. Keempat kriteria itu kemudian dinilai menjadi 11 sub bagian termasuk kedatangan muslim, konektivitas udara, batasan visa, kesesuaian sebagai tujuan liburan keluarga, kemudahan komunikasi, tingkat layanan dan fasilitas yang disediakan, pilihan akomodasi dan inisiatif pemasaran.

Adapun negara-negara NON-OKI yang menempati skor tertinggi dalam indeks GMTI ini adalah Singapura, kemudian disusul Thailand, Inggris, Afrika Selatan dan Hong Kong. Jepang pun termasuk destinasi yang digemari wisatawan muslim.

Tahun ini, peringkat Jepang berhasil naik dua peringkat menjadi peringkat keenam. Spanyol, di tahun ini, memasuki peringkat sepuluh besar untuk pertama kalinya.

Dari penelitian ini, Mastercard memprediksi bahwa pasar wisata muslim akan terus tumbuh pesat. Nilai dari sektor tersebut diperkirakan akan tumbuh hingga mencapai 220 miliar dollar AS pada 2020.

Pasar ini juga diproyeksikan akan tumbuh lebih jauh lagi, yakni sebanyak 80 miliar dollar AS hingga mencapai 300 miliar dollar AS pada 2026. Pada tahun lalu, jumlah total kedatangan wisatawan muslim secara global setidaknya mencapai 121 juta.

Angka ini naik dari 117 juta wisatawan muslim pada 2015 atau 10 persen dari keseluruhan sektor perjalanan. Secara global, Asia tetap memimpin sebagai wilayah yang memiliki daya tarik paling besar bagi para wisatawan muslim.

Setelah mengetahui betapa besar daya tarik destinasi di atas buat wisatawan muslim, mungkin ini saatnya Anda memikirkan ide bisnis apa yang cocok dan punya peluang besar di industri ini. Mungkin dengan bisnis makanan halal atau penginapan layak? Selamat mencoba.

Sumber: Smart-money.co