Advertorial

Gerakan Menuju 100 Smart City Diawali dari Makassar

Kompas.com - 30/05/2017, 15:30 WIB
- --

Kota Makassar memperoleh kehormatan untuk menjadi tempat dimulainya (kick-off) program Gerakan Menuju 100 Smart City yang merupakan kolaborasi sinergis antara lembaga pemerintah dan swasta di Indonesia. 

Melalui gerakan ini, pemerintah kota dan kabupaten akan mendapatkan bimbingan dari tim ahli yang dibentuk Pemerintah Pusat yang akan membantu meletakkan aspek-aspek fundamental dalam pengembangan smart city. Makassar sendiri dikenal sebagai salah satu kota yang giat mewujudkan smart city di daerahnya. 

Seremoni peluncuran program ini dilaksanakan untuk mengawali acara Indonesia Smart City Summit 2017 yang berlangsung di Hotel Four Points by Sheraton, Makassar, pada hari Senin - Selasa, 22 - 23 Mei 2017. 

Melalui acara ini, puluhan walikota dan bupati dari seluruh Indonesia akan berdiskusi dan saling berbagi terkait pembangunan smart city di kota maupun kabupaten masing-masing. Para pemimpin daerah tersebut diharapkan bisa saling belajar mengenai peluang maupun tantangan penerapan di daerah yang mereka pimpin. 

Hadir dalam acara ini perwakilan dari keempat lembaga pemerintah yang mendukung penuh program ini, yaitu Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). 

Sedangkan perwakilan perusahaan swasta yang mensponsori acara ini adalah Siemens, Indosat Ooredoo Business, Lintasarta, dan Kompas Gramedia. 

“Pada tahun 2030, GDP Indonesia akan mencapai US$2,4 - 2,5 triliun atau naik 2,5 kali dari sekarang,” ungkap Menkominfo Rudiantara. 

Data lain menunjukkan, jumlah penduduk Indonesia yang tinggal di perkotaan akan mencapai 80% di tahun 2040 nanti. “Karena itu, penting bagi pemerintah untuk tidak saja membuat kota semakin pintar melalui smart city, namun juga mewujudkan masyarakat Indonesia yang cerdas atau smart people,” tambah Rudiantara. 

Dimulai 25 Kota/Kabupaten 

Peresmian Gerakan Menuju 100 Smart City di Makassar ditandai dengan penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) antara perwakilan Pemerintah Pusat dengan 25 pemimpin daerah yang terpilih sebagai peserta tahap pertama. 

Dalam dua tahun ke depan, akan dipilih 75 kota dan kabupaten lainnya. Dengan demikian, di tahun 2019 nanti, diharapkan akan terbentuk 100 kota/kabupaten yang memiliki fondasi kuat untuk menjadi smart city

Ke-25 pemimpin daerah ini telah melalui proses assessment yang mengukur kesiapan visi, regulasi, SDM, serta potensi di tiap daerah. Assessment ini dilakukan oleh tim ahli yang terdiri dari elemen pemerintah, swasta, dan akademisi. 

Daftar kota peserta tahap pertama Gerakan Menuju 100 Smart City yaitu: Kota Semarang, Kota Singkawang, Kota Makassar, Kota Bogor, Kota Tomohon, Kota Jambi, Kota Bandung, Kota Cirebon, Kota Bekasi, Kota Sukabumi, Kota Samarinda, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan. Sedangkan untuk kabupaten, pesertanya adalah Kabupaten Sleman, Kabupaten Badung, Kabupaten Siak, Kabupaten Mimika, Kabupaten Gresik, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Bojonegoro, dan Kabupaten Banyuwangi. 

Pemilihan kota/kabupaten di Gerakan Menuju 100 Smart City dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai faktor, seperti Dimensi Pembangunan Sektor Unggulan, Dimensi Pembangunan Pemerataan dan Kewilayahan, serta Nawa Cita. 

Ke-25 kota/kabupaten yang terpilih sebagai peserta tahap pertama telah melalui proses assessment yang mengukur kesiapan visi, regulasi, SDM, serta potensi di tiap daerah. Assessment ini dilakukan oleh tim ahli yang mewakili elemen pemerintah, swasta, dan akademisi antara lain dari Kemkominfo, INSW, IKTII, CitiAsia, Perbanas Institute, ITB, UI, dan UMN. 

Disambut Baik Pemimpin Daerah 

Penunjukan Makassar sebagai tuan rumah peresmian Gerakan Menuju 100 Smart City disambut baik oleh Walikota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto. 

"Makassar adalah kota yang sangat strategis, dari segi lokasi bisa dibilang sebagai jantungnya Indonesia. Kami berterimakasih Makassar dipilih sebagai awal dimulainya Gerakan Menuju 100 Smart City," kata pria yang akrab disapa Danny Pomanto itu. 

Danny menyatakan bahwa sekarang ini inti dari perubahan adalah soal kecepatan, termasuk kecepatan pemerintah daerah dalam melayani masyarakat. Mau tidak mau, solusi teknologi harus digunakan untuk menghadapi tuntutan kecepatan ini, salah satunya dengan solusi smart city

Pernyataan Danny diamini oleh Airin Rachmi Diany (Ketua APEKSI/Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia). 

"Dalam Musrenbang Nasional baru-baru ini, Presiden Jokowi menyatakan sekarang bukan lagi negara yang kuat melawan negara yang lemah, tetapi negara yang cepat mengalahkan negara yang lambat," ujar Walikota Tangerang Selatan itu. 

Oleh karena itu, perwujudan smart city bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sudah menjadi keharusan. "Kita melihat banyak peluang untuk menyelesaikan permasalahan secara efektif dan efisien, sesuai kewajiban pemerintah daerah dalam melayani masyarakat," ujar Airin. (Adv)