0
Kilas

Begini Kalau Kantor Kecamatan Dibuat Humanis...

Kompas.com - 01/06/2017, 22:53 WIB


BANYUWANGI, KOMPAS.com –
Di Banyuwangi, kantor pemerintahan dibuat berbeda. Sebisa mungkin, tata letak dan suasana dibikin ramah publik dan terlihat humanis agar tidak terkesan kaku.

Contoh yang terlihat adalah Kantor Kecamatan Genteng Banyuwangi. Warna ruang dibuat lebih bervariasi. Lantai halaman dicat warna-warni, tembok kantornya dihiasi lukisan tiga dimensi dengan berbagai gambar.

Sedangkan di halamannya, ada taman berisi tanaman bunga lengkap dengan pondokan kayu untuk bersantai. Tak lupa, ada juga lampu warna-warni yang membuat hiup taman saat malam hari.

Maka tak heran, kantor itu kemudian jadi tempat favorit banyak orang. Dari seluruh spot, lukisan tiga dimensi lah yang paling banyak mendapat perhatian. Banayak warga yang sengaja melakukan swafoto ke sana.

Gambarnya memang apik. Dari lukisan itu, gambaran mengenai Banyuwangi dengan representasi Kawah Ijen, Penari Gandrung, Pulau Merah, dan Pantai Plengkung tergambaar.

"Kantor kecamatan harus humanis sehingga warga yang datang ke ssini menjadi betah. Apalagi sekarang ada tempat untuk selfie. Kreatif," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, saat mengunjungi kantor Kecamatan Genteng, Selasa (30/5/2017).

Selain bagian luar, dalam ruangan juga tak kalah apik. Lounge untuk tamu dibuat seperti lobi hotel. Kabarnya, ada warga yang pernah menjadikan kantor itu sebagai lokasi pre-wedding.

Anas mengatakan dengan begitu, fungsi,kantor kecamatan tidak lagi sekadar jadi tempat untuk mengurus administrasi warga. Kantor pemerintah bisa menjadi tempat berkumpulnya warga, taman rekreasi, atau taman bermain untuk anak-anak.

“Bahkan, kantor kecamatan bisa menjadi tempat untuk belajar berwirausaha. Di sini terdapat lima kolam bundar berdiameter 2,5 meter untuk beternak ikan yang dapat dipanen 3 bulan sekali. Dalam sekali panen per kolamnya bisa menghasilkan Rp 5 juta rupiah,” ujarnya.

Dari ilustrasi itu, Anas ingin memberitahu kalau wirausaha sebenarnya tak perlu lahan luas. Hasil yang didapat juga menjanjikan.

Camat Genteng Firman Sanyoto mengatakan, perbaikan dan renovasi kantor telah dilakukan sejak menjabat tujuh bulan lalu secara bertahap.

"Pertama, kami mengecat lantai halaman kantor. Ternyata banyak yang beri respons positif. Waktu kami masukkan ke instagram, rupanya disukai ribuan orang," kata Firman.

Setelah itu, berbagai pembenahan terus dilakukan. Mulai dari membenahi taman, mengatur ulang lampu taman, hingga yang lainnya. Hal ini diakui Firman jadi bentuk usaha untuk mendekatkan kantor kecamatan pada masyarakat.

"Terakhir kami buat lukisan tiga dimensi di tembok-tembok untuk menjadi tempat selfie. Aula juga kami renovasi agar bisa menjadi tempat pertemuan warga. Semua upaya dibuat agar warga yang membutuhkan pelayanan merasa nyaman di kantor ini," kata Firman. (KONTRIBUTOR BANYUWANGI/FIRMAN ARIF)

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau