Advertorial

Perjalanan Sukses Liliyana Natsir, Srikandi Bulutangkis Indonesia (2)

Kompas.com - 06/06/2017, 15:00 WIB
- -

Atlet merupakan salah satu profesi yang paling cepat memasuki masa pensiun. Ketika sebagian besar profesi memiliki masa pensiun 50 tahun, umur pensiun seorang atlet berada di usia 30 tahun.

Berdasarkan premis tersebut, maka sebentar lagi Liliyana Natsir adalah salah satu atlet bulutangkis nasional yang akan gantung raket. Tahun ini ia berusia 32 tahun.

Meski begitu, dirinya tidak bersantai-santai. Menghadiri Konferensi Pers Penyelenggaraan BCA Indonesia Open 2017 di Hotel Kempinsky Jakarta, Liliyana mengaku dirinya terus terpacu meningkatkan prestasi. Dia berambisi memberi yang terbaik untuk Indonesia di dua pertandingan internasional terakhirnya, BCA Indonesia Open 2017 dan Asian Games 2018.

“Kondisi saya saat ini tidak 100 persen baik. Saya masih dalam masa pemulihan setelah kaki cedera. Namun saya akan memberi yang terbaik untuk Indonesia,” jelasnya.

Liliyana mengalami cedera setelah bertanding di beberapa laga internasional beberapa waktu lalu. Hal itu membuatnya harus beristirahat total. Saat ini, kondisinya sudah mulai membaik dan sudah mulai turun ke lapangan untuk latihan ringan.

Kondisi kaki ini merupakan satu-satunya hambatan menghadapi pertandingan di BIO 2017. Bagi Butet, atlet sangat dekat dengan risiko cedera. Dia bahkan mengaku cukup beruntung, karena sepanjang kariernya dirinya baru mengalami cedera.

Meskipun begitu, ia mengaku bahwa cedera tak pernah mengecilkan semangatnya untuk bertanding. Bahkan bersama Tantowi Ahmad, Liliyana menargetkan memberi yang terbaik untuk kontingen Indonesia.

“Atlet selalu dibebani target, itu sudah biasa. Kami mengubah pola pikir target itu sebagai tanggung jawab untuk meningkatkan motivasi,” kata dia.

Target gelar juara di laga BIO 2017 memang tidak dibebankan pada Butet dan Tantowi, melainkan pada pasangan muda ganda putra Indonesia. Namun Liliyana mengaku penasaran, pasalnya bersama Tantowi, Liliyana mengaku belum pernah menjuarai Indonesia Open.

“Saya tahu umur dan fisik sudah tidak lagi seperti dulu. Namun, jiwa juang dan rasa tidak mau kalah di dalam diri tidak bisa bohong. Saya menargetkan bermain yang terbaik sampai Asian Games tahun depan,“ jelasnya.

Belajar dari Liliyana, kesuksesan tidak pernah ingkar kepada mereka yang bekerja keras dan disiplin tinggi. Dalam mengejar impian, tidak ada salahnya kita berguru kepada Liliyana Natsir.

Selama berkarier, Butet sudah mencapai posisi puncak saat meraih medali emas di Olimpiade Rio de Jenairo di 2016 lalu bersama pasangannya Tantowi Ahmad.

Sumber: smart-money.co