Kilas

Cerita di Balik Rencana Pembangunan Jalan Lingkar Luar Semarang

Kompas.com - 08/06/2017, 21:49 WIB
Penandatanganan MoU kerja sama antara Wali Kota Semarang Hendar Prihadi dengan Bupati Kendal Mirna Annisa, Kamis (8/6/2017). Dok Pemkot SemarangPenandatanganan MoU kerja sama antara Wali Kota Semarang Hendar Prihadi dengan Bupati Kendal Mirna Annisa, Kamis (8/6/2017).


KOMPAS.com –
Dua tahun belakang, Kota Semarang memiliki beberapa catatan perkembangan. Salah satunya, adanya Kampung Pelangi. Hal ini membuat Semarang banyak dikunjungi orang dan membalikkan citra kota yang dulu dianggap tak berkembang.

Sayangnya, potensi kunjungan wisatawan itu disertai dengan tingkat kemacetan yang tinggi. Oleh karenanya, pemerintah kota membangun “Semarang Outer Ring Road (SORR—Jalan Lingkar Luar Semarang).

Dengan lintasan itu, kendaraan yang hanya ingin melalui atau transit lewat Kota Semarang tak perlu masuk ke pusat kota dulu. Adapun rencana pembangunan lintasan itu digagas langsung oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi atau akrab disapa Hendi. Jalurnya, yakni dari Mangkang ke Arteri Utara Semarang.

Sayangnya, realisasi pembangunan membutuhkan banyak dukungan. Di antaranya, karena kebutuhan lahan seluas kurang lebih 421.500 meter persegi, yang sekitar 6.3.3 meter persegi di dalamnya merupakan wilayah Kabupaten Kendal.

Karena itu, Pemerintah Kota Semarang melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandom of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Kabupaten Kendal terkait pembebasan lahan melalui Anggaran Pembangunan Belanja Daerah (APBD) masing-masing.

“Ini penting untuk perkembangan Kota Semarang dan Kabupaten Kendal,” ujar Hendi saat penandatanganan MoU, Kamis (8/6/2017) di Restoran Holiday, Semarang, seperti alam rilis yang diterima Kompas.com, Kamis.

Bagi Hendi, itu juga jadi tanda transformasi Kota Semarang dari kota transit menjadi kota tujuan. Selain itu, ia bilang SORR juga bisa jadi penunjang Kawasan Industri Kendal terkait arus barang dari dan menuju Terminal Peti Kemas Tanjung Emas Semarang.

“Sampai saat ini, Kendal merupakan salah satu hinterland atau tetangganya Semarang. Penopang kekuatan Semarang yaitu Kendal, Purwodadi, Demak, Grobogan dan Salatiga”, ujarnya.

Untuk itu, Hendi berharap kerja sama bisa berlanjut pada potensi dan peluang yang lain. “Misalnya kerja sama pariwisata, transportasi Bus Rapid Transit (BRT), monorail, dan yang lainnya” asanya.

Sementara itu, Bupati Kendal Mirna Annisa dalam kesempatan itu turut memberikan apresiasi. “Mudah-mudahan kerja sama ini bisa menjadi pengalaman dan hubungan baru antara Kabupaten Kendal dan Kota Semarang”, ujarnya.

Langkah tersebut, kata Mirna, dapat memberikan dampak positif. Kerja sama juga bisa menjadi langkah awal untuk kemajuan Kabupaten Kendal dan Kota Semarang.

Baca tentang