Kilas

Investasi di Semarang Melonjak Tajam

Kompas.com - 14/06/2017, 17:05 WIB
Nilai investasi Kota Semarang melonjak tajam dalam beberapa tahun terakhir. Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memaparkan empat hal pemicu meningkatnya investasi di Kota Semarang di Hotel Crowne Semarang, Selasa (13/6) Dok. Humas Pemerintah Kota SemarangNilai investasi Kota Semarang melonjak tajam dalam beberapa tahun terakhir. Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memaparkan empat hal pemicu meningkatnya investasi di Kota Semarang di Hotel Crowne Semarang, Selasa (13/6)

KOMPAS.com- Selama 6 tahun terakhir, nilai investasi di Kota Semarang meningkat signifikan. Total nilai investasi per 2016 tercatat Rp 10,5 triliun atau melonjak sekira sepuluh kali lipat dibanding tahun 2010.

Investasi yang masuk pada tahun 2010 hingga 2011 di Kota Semarang tak sampai Rp 1 triliun. Pemerintah Kota Semarang pun berjuang keras memperbaiki iklim investasi melalui empat hal.

Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan situasi wilayah yang kondusif menjadi kunci masuknya investasi. Selain itu, potensi ekonomi suatu daerah, kemudahan akses, dan jaminan administrasi juga mampu menarik para investor.
    
Dalam menciptakan situasi yang kondusif, Pemerintah Kota Semarang menggelar berbagai aktivitas yang langsung bersinggungan dengan masyarakat dan tokoh agama.
    
Di sisi administrasi, ia melanjutkan, pemerintah berupaya mewujudkan good governance. Untuk itu, Hendi tidak segan menindak pegawai yang melanggar aturan. Sebabnya, dia tidak menginginkan investor dieksploitasi ketika mengurus perizinan.

"Kami selalu menyadarkan sedulur-sedulur di pemerintahan agar tidak bermain-main terkait masalah perizinan. Jangan pernah memperlakukan investor seperti sapi perahan," katanya saat membuka focus group discussion "Insentif dan Kemudahan Penanaman Modal oleh Pemerintah Daerah" di Crowne Plaza Hotel, Semarang, Selasa (13/6).

Seluruh pegawai pemerintahan diingatkan bahwa investasi penting untuk membangun daerah. Keberadaan investor berdampak positif mengurangi pengangguran. "Dan yang jelas menambah pemasukan kas daerah,’’imbuhnya.

Investasi yang cenderung terus meningkat berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi Kota Semarang. Tingginya laju pertumbuhan ekonomi di kota metropolitan kelima terbesar di Indonesia itu otomatis berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Tengah.  

Pada tahun 2015, laju pertumbuhan ekonomi (LPE) Jawa Tengah sebesar 5,4 atau berada jauh di bawah Kota Semarang dengan LPE 5,79. Bahkan, LPE Jawa Tengah pada tahun 2016 turun menjadi 5,28, sedangkan Kota Semarang naik menjadi 5,8.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.