Kilas

Hendrar Prihadi Dorong Anak Yatim Bercita-cita Tinggi

Kompas.com - 20/06/2017, 04:00 WIB
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi berdialog dengan seorang anak yatim dalam kegiatan sosial di bulan ramadhan 2017. Kepedulian masyarakat terhadap anak yatim berpengaruh terhadap upaya mengurangi kemiskinan di Semarang. Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi berdialog dengan seorang anak yatim dalam kegiatan sosial di bulan ramadhan 2017. Kepedulian masyarakat terhadap anak yatim berpengaruh terhadap upaya mengurangi kemiskinan di Semarang.

KOMPAS.com - Memotivasi pegawai Pemerintah Kota Semarang merupakan hal lumrah bagi Hendrar Prihadi. Namun, ada yang berbeda ketika Wali Kota Semarang itu harus berhadapan dengan anak yatim.

Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, tak segan berbaur dengan anak-anak yang kurang beruntung. Pendekatan itu merupakan pintu masuk untuk melakukan dialog dengan salah satu anak.

“Kamu cita-citanya apa?” tanya Hendi.

Anak yang bernama Yahya menjawab tegas, “pingin jadi masinis.”

Tak berhenti di situ, Hendi pun melanjutkan, “semua cita-cita bagus, tapi menuju ke sana harus dipikirkan. Kita jangan jadi generasi yang patah semangat dan harus penuh semangat.”

Kepada anak-anak yang hadir dalam kegiatan sosial bertema "Jawa Tengah Cinta Yatim," Hendi menceritakan bahwa cita-cita hanya bisa diwujudkan bila kita mau berusaha.

"Semua hal yang besar berawal dari yang kecil. Orang yang sukses berawal dari yang tidak sukses," katanya membangkitkan semangat anak-anak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dialog pun mengalir akrab. Bahkan Wali Kota Semarang mengajukan sejumlah pertanyaan untuk menghibur ratusan anak itu. Suasana pun makin meriah. Keceriaan terpancar dari wajah anak-anak selama mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh Solusi Zakat Indonesia (SZI) Jawa Tengah dalam bulan suci ramadhan.

Hendi mengapresiai para pihak yang peduli pada anak yatim dan anak dari keluarga miskin. Apalagi, di Semarang ada 4,8 persen dari total jumlah penduduknya merupakan penduduk miskin. Saat ini, jumlah penduduk Semarang adalah 1,6 juta jiwa.

Direktur SZI Jawa Tengah Harjito menyatakan setiap donasi masyarakat pasti disalurkan untuk tujuan baik. Diantaranya, beasiswa sekolah untuk anak dari tingkat SD hingga SMK.

“Kami juga bekerjasama dengan Stikubank untuk program beasiswa di perguruan tinggi,” katanya.

Tim SZI membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berdonasi membantu anak yatim dengan menyalurkannya sendiri ke Jalan Veteran 55 Semarang. 

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.