kabar mpr

Ketua MPR Tekankan Pentingnya Persaudaraan antar Etnis dan Umat Beragama

Kompas.com - 17/07/2017, 10:30 WIB

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Zulkifli Hasan menyambut gembira perayaan ulang tahun Dewa Perang Kongco Kwan Sing Tee Koen ke-1857 yang digelar di Klenteng Kwan Sing Bio, Tuban, Jawa Timur, Minggu (16/7/2017) malam. Zulkifli menilai momentum hari raya ini menjadi harapan untuk mempererat rasa persaudaraan antar umat agama maupun etnis.

"Saya meyakini perayaan ini juga memiliki nilai-nilai luhur ke-Indonesiaan yang tentu akan sangat berarti bagi kita. Bahwa kita adalah saudara, persoalan SARA sudah selesai, tidak dipermasalahkan lagi. Mari saling menghormati," ujarnya saat memberikan pidato sambutan di depan puluhan ribu warga Tuban yang memadati tempat perayaan.

Pria yang pernah menjabat sebagai Menteri Kehutanan di Era Presiden SBY itu juga mengungkapkan masyarakat Tionghoa terus aktif dalam membangun Indonesia menjadi negara besar, adil, damai, dan makmur.

"Kalau kita ribut soal itu (SARA) lagi, namanya kemunduran bangsa. Kita memang berbeda tapi kita keluarga besar yang saling mencintai, menghargai secara satu dalam keberagaman," tegas Zulkifli .

Hal senada juga disampaikan oleh Alim Sugiantoro selaku ketua panitia perayaan. Alim berharap perayaan ulang tahun tersebut juga menjadi simbol persaudaraan etnis Tionghoa dengan masyarakat lainnya.

"Harapannya, Indonesia makmur bersatu. Semua sama, kita adalah orang Indonesia. Di manapun kita berada adalah tetap bersaudara," ungkap Alim.

Alim menceritakan bahwa pengurus klenteng yang mayoritas berasal dari etnis Tionghoa dengan senang hati menerima masyarakat dari beragam latar belakang untuk datang ke klenteng meskipun hanya sekedar berkunjung, makan, bahkan menginap.

"Setiap hari masyarakat yang ke sini gratis kalau mau makan bahkan istirahat sampai menginap, kita gratiskan," ujarnya.

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau