Advertorial

Perlu Strategi Khusus Ini untuk Hadapi Startup Fintech

Kompas.com - 19/07/2017, 12:29 WIB

Perkembangan teknologi yang semakin canggih akhir-akhir ini membawa banyak perubahan. Salah satunya adalah berdirinya perusahaan-perusahaan rintisan yang bergelut di bidang keuangan.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara bahkan pernah mengatakan bahwa perbankan harus mulai merasa was-was dengan keberadaan perusahaan rintisan berbasis keuangan (fintech) itu. Menurutnya, dalam beberapa tahun ke depan, fintech dan peer to peer landing bisa berkembang lebih besar dibanding perbankan.

Alasannya adalah mereka bisa lebih efisien dalam hal biaya. Terbukti dalam hal pengiriman uang antarnegara atau remitansi. Satu perbankan di Indonesia yang beroperasi di Hongkong bisa mematok biaya sampai Rp 30 ribu. Dengan teknologi, ada perusahaan rintisan yang bisa memangkasnya menjadi Rp 1.000 saja per transaksi.

Sejalan dengan Rudiantara, Senior Executive Vice President Strategic Information Technology BCA Hermawan Thendean mengatakan jika ke depannya perbankan tidak melakukan inovasi, khususnya dalam bidang digital, maka bisnis ini bisa tergerus.

"BCA terus mengembangkan inovasi digital khususnya yang berbasis pada bagaimana upaya memudahkan nasabah melakukan transaksi. Basisnya adalah kepuasan dan pelayanan nasabah," sebut Hermawan.

Di tahun ini juga, BCA menargetkan memiliki venture capital. Saat ini, pihaknya sedang mengajukan izin ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Venture Capital ini akan secara aktif membantu pendanaan perusahaan-perusahaan rintisan di Tanah Air.

"Untuk tahap awal, targetnya setidaknya ada lima sampai 10 perusahaan rintisan yang akan kami biayai," tambahnya.

Saat ini setidaknya sudah ada 165 perusahaan rintisan yang tercatat di OJK. Oleh karenanya, regulator berencana memperketat regulasi dan juga proteksi. Bersama Bank Indonesia (BI), OJK salah satunya membentuk Forum Pakar Fintech.  (Adv)

Sumber : smart-money.co 

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau