Advertorial

Ternyata, Kartu ATM Cip Lebih Aman Dibanding Kartu Pita Magnetik

Kompas.com - 24/07/2017, 08:51 WIB

Memenuhi kebutuhan perbankan sehari-hari, sudah selayaknya Anda menggunakan kartu ATM. Tak hanya dapat digunakan untuk tarik tunai, kartu ATM kini juga bisa digunakan sebagai kartu debit.

Dengan demikian, keamanan pun menjadi perhatian utama dalam transaksi menggunakan kartu ATM. Oleh karena itu, dalam upaya meningkatkan keamanan, Bank Indonesia (BI) menetapkan National Standard Indonesian Chip Card Specification (NSICCS) sebagai Standar Nasional Teknologi Cip kartu ATM.

Teknologi cip ini dinilai mampu memitigasi risiko terjadinya fraud. BI pun yakin implementasi ini dapat mendorong terciptanya interoperabilitas instrumen yang sejalan semangat National Payment Gateway (NPG).

Selain itu, langkah ini juga akan mendukung terciptanya efisiensi sistem pembayaran melalui biaya transaksi yang wajar dan memperhatikan perlindungan konsumen. Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) pun akan mengawal implementasi NSICSS di Indonesia.

Ketua Komite VII ASPI Santoso Liem mengungkapkan, transisi menggunakan kartu berteknologi cip sedang berlangsung saat ini. Kendati demikian, Santoso memperkirakan jumlah kartu ATM cip masih kurang dari 10 persen dari total kartu beredar.

"Beberapa bank besar sudah ada yang menerbitkan kartu ATM cip. Bagi bank-bank kecil, masih ada yang baru sampai tahap pengembangan sistem," ujar Santoso.

Menurut Santoso, dari segi keamanan, kartu cip lebih sulit digandakan dibandingkan dengan kartu pita magnetik yang selama ini digunakan banyak bank. Artinya, langkah ini akan meminimalisir risiko terjadi kejahatan melalui modus skimming.

Namun, biaya pencetakan katu cip lebih mahal dibanding kartu pita magnetik. Biaya produksi satu keping kartu pita magnetik hanya sekitar 20-25 sen dollar AS. Sementara, biaya produksi satu keping kartu cip mencapai 1 dollar AS.

Meski demikian, Santoso tetap optimis bahwa seluruh bank sudah punya sistem yang mampu membaca dan memproses kartu ATM cip per Juli ini. Dan pada 2021, seluruh kartu ATM beredar pun diharapkan sudah dilengkapi cip dan PIN 6 digit. (Adv)

Sumber : smart-money.co 

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau