Advertorial

Ini Fakta Donald Trump Sebagai Salah Satu Orang Terkaya

Kompas.com - 24/07/2017, 19:00 WIB

Sebagai pemimpin negara adikuasa Amerika Serikat (AS), Donal Trump banyak menjadi perbincangan publik. Kontroversi kemenangan, sikap, dan gaya bicaranya menjadikannya sering menjadi topik pembicaraan.

Meski demikian, Trump merupakan pebisnis yang sukses. Bahkan, kekayaan yang dimilikinya sekarang ini berasal dari bisnis properti yang dia jalankan. Berikut beberapa fakta mengenai kiprah Trump sehingga masuk daftar orang terkaya di dunia.

Posisi ke-121 orang terkaya di Amerika Serikat
Di AS, Forbes menempatkan Trump di urutan ke 121 dalam daftar orang terkaya di dunia. Ia berada di bawah cucu pendiri Wal-Mart, Ann Walton Kroenke.

Kekayaan mencapai Rp 37,6 triliun
Pada 2015 lalu, Forbes menghitung kekayaan Trump mencapai 4 miliar dollar AS atau setara Rp 51,9 triliun. Meski begitu, kekayaan Trump mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun. Bloomberg Billionaire Index memberitakan, aset kekayaan Trump pada 2015 hanya mencapai 2,9 miliar dollar AS atau Rp 37,6 triliun.

Terinspirasi sang Ayah
Trump lahir pada 14 Juni 1946 di Queens, New York, AS. Ia merupakan anak Fred Trump yang merupakan ahli pembangunan dan pemasaran di Real Estate, New York. Trump juga punya tiga saudara, satu laki-laki dan dua perempuan.

Kakak perempuan tertua Trump ialah Mary Anne Trump Barry yang merupakan hakim federal di AS. Karier ayah Trump di bidang real estate menginspirasinya terjun ke dunia properti. Hingga kini, Trump sudah merasakan kesuksesan dari hasil kerjanya.

Jadi investor di bursa saham
Selain mendapat hasil dari bisnis properti yang ia jalankan, Trump juga punya aset berharga lain di bursa saham. Federal Election Commission, salah satu tempat investasi saham, menyebutkan bahwa Trump punya aset 33,4 juta dollar AS atau senilai Rp 433,7 triliun.

Saham milik Trump tersebar di beberapa bank besar AS seperti JP Morgan, Deutsche Bank dan Barclays Oppenheimer. Dengan penguasaan tersebut, tak heran Trump bisa punya kekuasaan di AS. (Adv)

Sumber : smart-money.co 

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau