Advertorial

Ini Masalah Kenapa Tak Kunjung Kaya Meskipun Sudah Kerja Keras

Kompas.com - 28/07/2017, 09:59 WIB

Selain membutuhkan upaya ekstra, terdapat hal lain yang mempengaruhi keberhasilan seseorang untuk menjadi kaya.  Salah satunya adalah pengelolaan uang. Hal ini tidak bisa disepelekan, karena banyak yang “gagal kaya” karena hal ini.

Tung Desem Waringin menyebut ada lima hal yang bisa menghambatmu untuk menjadi kaya meski sudah bekerja keras dalam waktu yang cukup lama.

Besar Pasak daripada Tiang

Orang–orang yang punya penghasilan besar cenderung menghabiskan uang lebih banyak untuk gaya hidup. Kebiasaan itu bisa membuat penghasilan akan selalu habis untuk belanja dan hiburan.

Bila kamu tak mengendalikan kebiasaan itu, kemungkinan besar kamu akan mengalami kesulitan keuangan di kemudian hari. Bahkan, bisa menimbulkan utang meski gaji besar.

Tidak pernah Berinvestasi

Banyak orang melakukan kesalahan ini. Mereka yang memiliki penghasilan besar kadang tidak berani melakukan investasi. Investasi memang memiliki risiko, namun jika dicermati dan dipelajari dengan benar, investasi bisa memberi keuntungan berlipat ganda.

Namun memang tak semua investasi menguntungkan. Kamu perlu ilmu yang mumpuni soal investasi untuk membantu melakukan analisis keadaan pasar yang memengaruhi investasi.

Kalau repot, investasi saja produk investasi seperti reksa dana.

Tidak Memanfaatkan Peluang

Orang kaya di seluruh dunia melakukan segala hal dengan penuh pertimbangan. Mereka juga enggan melewatkan peluang yang muncul. Ketika ada kesempatan emas, mereka akan menggunakannya dan serius menggarapnya.

Penyebab lain seseorang tak kunjung kaya meski sudah bekerja keras adalah mereka tak mampu memanfaatkan peluang yang ada. Mereka hanya menunggu peluang datang tanpa melakukan apa pun.

Tidak Menabung

Punya kebiasaan apa tiap kali terima gaji? Bila menabung tak masuk ke dalamnya, mulai ubahlah kebiasaan itu. Setidaknya, sisihkan 30 persen penghasilan untuk tabungan.

Pesimistis

Sifat pesimistis bisa menghambat seseorang untuk menjadi kaya. Sifat itu juga akan menghambatmu berusaha lebih keras dan bangkit dari kegagalan. Pesimistis juga akan mengubahmu menjadi pribadi yang tak punya inisiatif untuk mencoba hal baru untuk membuka peluang lebih baik.

Sumber:smart-money.co

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau