Selain membutuhkan upaya ekstra, terdapat hal lain yang mempengaruhi keberhasilan seseorang untuk menjadi kaya. Salah satunya adalah pengelolaan uang. Hal ini tidak bisa disepelekan, karena banyak yang “gagal kaya” karena hal ini.
Tung Desem Waringin menyebut ada lima hal yang bisa menghambatmu untuk menjadi kaya meski sudah bekerja keras dalam waktu yang cukup lama.
Besar Pasak daripada Tiang
Orang–orang yang punya penghasilan besar cenderung menghabiskan uang lebih banyak untuk gaya hidup. Kebiasaan itu bisa membuat penghasilan akan selalu habis untuk belanja dan hiburan.
Bila kamu tak mengendalikan kebiasaan itu, kemungkinan besar kamu akan mengalami kesulitan keuangan di kemudian hari. Bahkan, bisa menimbulkan utang meski gaji besar.
Tidak pernah Berinvestasi
Banyak orang melakukan kesalahan ini. Mereka yang memiliki penghasilan besar kadang tidak berani melakukan investasi. Investasi memang memiliki risiko, namun jika dicermati dan dipelajari dengan benar, investasi bisa memberi keuntungan berlipat ganda.
Namun memang tak semua investasi menguntungkan. Kamu perlu ilmu yang mumpuni soal investasi untuk membantu melakukan analisis keadaan pasar yang memengaruhi investasi.
Kalau repot, investasi saja produk investasi seperti reksa dana.
Tidak Memanfaatkan Peluang
Orang kaya di seluruh dunia melakukan segala hal dengan penuh pertimbangan. Mereka juga enggan melewatkan peluang yang muncul. Ketika ada kesempatan emas, mereka akan menggunakannya dan serius menggarapnya.
Penyebab lain seseorang tak kunjung kaya meski sudah bekerja keras adalah mereka tak mampu memanfaatkan peluang yang ada. Mereka hanya menunggu peluang datang tanpa melakukan apa pun.
Tidak Menabung
Punya kebiasaan apa tiap kali terima gaji? Bila menabung tak masuk ke dalamnya, mulai ubahlah kebiasaan itu. Setidaknya, sisihkan 30 persen penghasilan untuk tabungan.
Pesimistis
Sifat pesimistis bisa menghambat seseorang untuk menjadi kaya. Sifat itu juga akan menghambatmu berusaha lebih keras dan bangkit dari kegagalan. Pesimistis juga akan mengubahmu menjadi pribadi yang tak punya inisiatif untuk mencoba hal baru untuk membuka peluang lebih baik.
Sumber:smart-money.co